Paguyuban Lansia Sehat PMI Kota Semarang, Usia Bukan Hambatan Eksis Berorganisasi

oleh -
oleh
Grup rebana PLS PMI Kota Semarang berfoto bersama dalam sebuah kegiatan. Foto: dokumentasi
Grup rebana PLS PMI Kota Semarang berfoto bersama dalam sebuah kegiatan. Foto: dokumentasi

Sementara, Nanik Hariyanti yang menjadi instruktur senam lansia sehat mengaku kegiatan rutin tersebut berjalan relatif lancar dan tanpa hambatan yang berarti. Sebagai orang yang dulu aktif dalam kegiatan senam, ia mengaku hanya cukup beradaptasi dengan kondisi lansia yang hadir untuk senam.

“Gerakan biasa saja. Kalau pas diganti instruktur senam yang muda gerakannya lebih hot, tapi juga tidak sulit,; tidak terlalu bikin deg-degan,” ungkapnya.

Tema Bulan Kemanusiaan 2026

Ketua Pananggulan Bencana dan Pelayanan Masyarakat (PB dan Yanmas) dr. R. Panji Uva Utomo, MH.,Sp.FM merasa bersyukur karena aktivitas dalam Paguyuban Lansia Sehat menjadi sarana silaturahmi bagi para lansia.

“Alhamdulillah ya, para lansia ini istilahnya enjoy ya karena bisa bertemu dengan teman-teman seusianya. Bukan karena olahraganya top, tapi mereka yang sudah sepuh ini biasanya yang dibutuhkan itu bertemu dengan teman,” kata Uva.

Baca Juga:  Gubernur Buka Raimuna Daerah XIII Jateng, Perkuat Ketahanan Bangsa dengan Kolaborasi Lintas Sektor

Menurut dia, senam rutin para lansia di PMI membuat ketahanan tubuh menjadi lebih baik, terhindar dari pikun, tidak mudah sakit, nampak lebih muda, dan sebagainya. “Selain itu bisa bertemu dalam bentuk lain, latihan rebana, pengajian. Yang agama lain juga adaz kemarin kita adakan kebaktian di hari besarnya, di kesempatan lain juga. Ini untuk menjaga toleransi,” ungkapnya.

Dengan demikian, katanya, tubuh dan psikologi yang sehat dan pikiran yang jernih dan jiwa yang bersih bisa benar-benar tergerak untuk kegiatan kemanusiaan tanpa sekat agama, perbedaan usia dan sebagainya.

“Kemarin mereka ke Magelang, yang mereka lakukan sangat membuat bahagia lahir batin. Jadi benar-benar sehat, merasa terbebas dari tekanan baik fisik, psikis maupun sosial, ” tuturnya.

Ia pun mengapresiasi para staf dan relawan yang ikut mengawal kegiatan lansia sehat. Bahkan, PLS PMI Kota Semarang juga ikut bergabung dengan sesama organisasi lansia lain yang ada di kota Semarang dan nasional.

Baca Juga:  Pengembangan Pelabuhan di Jawa Tengah Dipercepat untuk Dongkrak Ekonomi dan Investasi

“Jadi mereka punya wawasan yang luas, tidak hanya kota Semarang saja tapi nasional karena mereka juga ikut berangkat dalam pertemuan nasional,” tuturnya

Ketua harian Bulan Kemanusiaan PMI Kota Semarang ini lantas mengungkapkan, kegiatan bulan dana yang dikonsep secara tematik dan di-rebranding dengan istilah Bulan Kemanusiaan akan mengusung tema lansia dan difabel pada tahun depan.

“Jadi sebagian dari hasil bulan dana atau bulan kemanusiaan ini untuk menyehatkan para lansia ini. Jadi mereka ini istilahnya merupakan bagian dari penerima manfaat dari sumbangan bapak/ibu. Insya Allah ini akan menjadi tema kegiatan bulan kemanusiaan tahun 2026 nanti,” pungkasnya. (q)

Comments

comments