Mengenal Jamur Lingzhi, Jamur Herbal Potensial Sebagai Imunostimulan Untuk Budidaya Perikanan

oleh -

Penggunaan anti mikroba dan vaksin telah digunakan untuk mengendalikan infeksi bakteri dalam akuakultur, namun demikian penggunaan ini dapat meningkatkan resistensi bakteri pathogen. Oleh karena itu, sumber alternatif berbahan alami banyak dicari untuk mengendalikan mikroba patogen. Di sisi lain, imunostimulan menjadi pilihan yang paling sesuai untuk mengendalikan penyakit patogen di bidang budidaya perikanan.

Berbagai varietas immunostimulan yang telah diaplikasikan dalam bentuk Polisakarida, seperti k-karagenan, laminaran, β-glukan, kitosan, kitin, fucoidan, yang diperkirakan dapat mengontrol perkembangan dan respon imun pada spesies budidaya perikanan.

Salah satu sumber polisakarida yang kaya akan anti bakteri ini adalah jamur tradisional Lingzhi, Ganoderma lucidum. Jamur ini memiliki sejarah panjang yang biasa digunakan untuk meningkatkan kesehatan dan umur panjang di Cina, Jepang, dan negara Asia lainnya. Jamur ini berbentuk besar dan berwarna gelap dengan bagian luar yang mengkilat. Di Indonesia, China dan Korea jamur ini dikenal dengan sebutan “lingzhi” dan di Jepang jamur ini disebut “reishi” atau “mannentake”.

Jamur lingzhi merupakan tanaman herbal yang sering digunakan untuk mengobati berbagai penyakit manusia, seperti bronkitis, alergi, hepatitis, hipertensi, gangguan imunologi, dan kanker. Jamur ini terdiri dari polisakarida konsentrasi tinggi (25,1%) (β-D-glukan, heteropolisakarida dan glikoprotein), antioksidan, flavonoid, alkaloid, dan protein.

Genus Ganoderma ini tersebar luas di seluruh dunia, dari Amazon hingga wilayah selatan Amerika Utara dan di sebagian besar Asia. Secara morfologi, ia memiliki berbagai ciri warna yang merah, hitam, biru / hijau, putih, kuning, dan ungu. Selain itu, Ia dapat dengan mudah tumbuh di beberapa hutan gugur, terutama oak, maple, elm, willow, sweet-gum, magnolia dan pohon plum. Sering juga ditemukan di permukaan tanah dan kadang-kadang di dalam tanah yang tertimbun akar. Di Tenggara dan Barat Daya Amerika Serikat, Jamur lingzhi sering ditemukan di hutan sebuah ek. Di Timur Laut, spesies ini paling banyak ditemukan di hutan maple. Jamur ini sering tumbuh pada
akar pohon yang sudah tua atau terserang penyakit. Selain itu dapat tumbuh pada suhu 21-27º C dengan kelembaban 90-95 persen.

Ganoderma lucidum atau jamur Lingzhi mengandung beberapa unsur bioaktif seperti terpenoid (asam ganoderic), polisakarida, steroid, fenol dan glikoprotein, dan beberapa peneliti melaporkan bahwa triterpen dan polisakarida merupakan komponen utama yang berperan secara fisiologis.

Senyawa antibakteri pada jamur ini adalah triterpenoid. Pembentukan zona bening di sekitar kertas pada cakram dipengaruhi karena senyawa triterpenoid memiliki mekanisme kerja melawan bakteri. Senyawa triterpenoid bereaksi dengan Porin (transmembran protein) di luar membran sel dinding bakteri, membentuk ikatan polimer yang kuat sehingga mengakibatkan hancurnya Porin.

Penghancuran Porin yang merupakan pintu keluar atau masuknya senyawa akan menurunkan permeabilitas, dinding sel bakteri, dan mengakibatkan sel bakteri akan kekurangan nutrisi, sehingga pertumbuhan bakteri akan terhambat atau mati. Polisakarida ini telah diidentifikasi sebagai komponen bioaktif utama dengan beberapa sifat
farmakologis termasuk antioksidan, imunomodulasi, hepatoproteksi, anti-proliferasi, dan antiangiogenesis tanpa efek samping pada organisme Lingzhi mengandung 43,1 persen senyawa β-Dglukan yang fungsinya sebagai efek imunologi, anti inflamasi, dan anti kanker. Jamur lingzhi juga mengandung vitamin B1 3,5 mg, B2 17 mg, B6 0,7 mg, Kolin 1150 mg, Niacin 62 mg dan Inositol 307 mg.

Selain itu, juga dapat meningkatkan imunitas dengan merangsang perkembangbiakan Limfosit-T, menunjukkan bahwa jamur linghzi dapat menjadi tambahan yang menjanjikan untuk melawan efek imunosupresif yang tidak diinginkan dan digunakan sebagai obat kemoterapi. Jamur ini mengandung anti bakteri yang dapat menghambat bakteri gram positif atau bakteri gram negatif.

Beberapa unsur ganosimin triterpenoid dan ekstrak dari spesies Ganoderma ini memiliki spektrum aktivitas anti bakteri secara in vitro yang bersifat potensial dalam melawan bakteri gram positif dan gram negatif.

Beberapa penelitian telah meneliti penggunaan polisakarida tertentu untuk meningkatkan respon imun terhadap pathogen. Imunostimulan dari alam menjadi perkembangan baru yang biokompatibel, dapat terurai secara hayati, hemat biaya, dan aman bagi lingkungan.

Penelitian penggunaan jamur lingzhi sebagai suplemen pakan 1 g/Kg pada pakan mampu meningkatkan produksi ikan Carp. Dosis 2,5 g/Kg dalam pakan udang mampu meningkatkan tingkat kelangsungan hidup dan pertumbuhan, serta penggunaan 2000 μg/mL ekstrak jamur dan 3000 μg/mL exopolisakarida dari jamur lingzhi dapat digunakan sebagai imunostimulan tanpa efek samping negatif dalam pakan Tilapia.

 

Penulis : Fittrie MP, PhD

Dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Padjadjaran

Comments

comments