Menilik Pentingnya Mikronutrien Pada Pakan Ikan

oleh -

Salah satu komponen pada mikronutrien yakni adalah vitamin yang merupakan komponen organik, jumlah kandungan vitamin pada pakan yang diperlukan oleh tubuh ikan sangat sedikit, karena apabila jumlah yang berlebihan pada pakan ikan dapat menyebabkan pakan menjadi racun yang dapat menganggu metabolisme tubuh ikan, jumlah kandungan vitamin berlebih yang dapat meracuni ini disebut dengan hipervitaminosis.

Vitamin sangat dibutuhkan dalam proses metabolisme pada tubuh ikan. Dalam pengkategoriannya, vitamin dibagi menjadi dua kategori yakni yang pertama, larut dalam air (water-soluble vitamins) dan berperan sebagai ko-enzim yang meliputi thiamin, ribovlavin, piridoksin, pantotenat, niasin, biotin, folat, vitamin B12, kolan, mioinositol
dan vitamin C, dan yang kedua, larut dalam lemak (fatsoluble vitamins) yang meliputi vitamin A, Vitamin
D, vitamin E dan vitamin K.

Pada budidaya ekstensif makanan alami yang mengandung vitamin cukup berlimpah, sedangkan pada budidaya intensif makanan alami yang mengandung vitamin cukup terbatas, sehingga diperlukannya tambahan sumber vitamin pada pakan. Adapun suplemen vitamin yang ditambahkan kedalam pakan disebut premix.

Vitamin memiliki banyak peran secara biofisiologis. Keberadaannya dalam pakan banyak dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan normal, reproduksi dan kesehatan.

Komponen mikronutrien lainnya adalah mineral yang dibutuhkan atau diperlukan dalam jumlah sedikit, namun memiliki peran atau fungsi yang sangat penting bagi keberlangsungan hidup ikan , mineral dapat dikategorikan esensial apabila defisiensinya mengakibatkan perubahan fungsional dari optimal menjadi suboptimal.

Mineral esensial dikategorikan berdasarkan 3 kriteria, yaitu konservatif yang berat kriteria persyaratannya,
liberal yang ringan kriteria persyaratannya dan moderat dengan kriteria persyaratan diantaranya.

Berdasarkan pada kebutuhan atau penggunaannya, mineral terbagi menjadi dua kelompok yakni makro-mineral dan mikro-mineral. Makro mineral adalah mineral yang terdapat didalam tubuh dengan kandungan yang relative cukup besar, sedangkan mikro mineral adalah mineral yang terdapat dalam tubuh ikan dengan kandungan yang cukup kecil.

Adapun yang termasuk ke dalam makro mineral adalah kalsium ,Klorin, magnesium, fosfor, potassium dan sulfur serta beberapa peneliti menambahkan sulfur sebagai salah satu bagian dari makro mineral. Lalu yang meliputi mikro mineral yaitu tembaga, yodium, besi, mangan, selenium dan seng.

Kemudian bagaimana fungsi dari mikronutrien terhadap metobolisme dari ikan? Mikronutrien terdiri dari vitamin dan juga mineral. Vitamin sendiri memiliki peranan penting di dalam tubuh ikan terutama dalam berbagai reaksi kimia dalam tubuh ikan. Fungsi lain dari vitamin yaitu sebagai bahan yang membantu dalam pertumbuhan, zat yang mempertahankan kondisi tubuh dan kondisi reproduksi. Kebutuhan vitamin dalam ikan sangatlah berbeda-beda, tergantung pada umur ikan, ukuran ikan, laju pertumbuhan dan juga suhu air.

Vitamin dapat dibedakan menjadi dua, yaitu yang dapat larut dalam lemak dan vitamin yang dapat larut di dalam air. Vitamin yang dapat larut dalam lemak dan sangat dibuhtuhkan oleh ikan terdiri dari vitamin A,D,E dan K yang nantinya akan diserap oleh tubuh bersama dengan lemak.

Vitamin A berfungsi untuk penglihatan, pertumbuhan, reproduksi, pertahanan tubuh bagian luar atau bagan kulit, dan juga ketahanan tubuh terhadap berbagai macam infeksi yang dapat menyerang tubuh ikan.

Vitamin D berfungsi untuk membantu tubuh dalam memindahkan, mengangkut dan juga menyerap kalsium dan fosfor.

Vitamin E berfungsi untuk menjaga sel dan juga melindungi dari efek buruk oksidasi.

Vitamin K berfungsi untuk proses penggumpalan darah.

Vitamin yang larut dalam air sangat berpengaruh penting terhadap metabolisme ikan, karena vitamin yang larut dalam air berperan sebagai Ko-Enzim. Vitamin yang larut dalam air diantaranya, Kolin yang berfungsi sebagai zat kimiawi yang untuk transmisi saraf, Misitol yang berfungsi untuk mengirimkan pesan pada berbagai macam proses dalam tubuh ikan, Vitamin C yang berfungsi sebagai pembentuk jaringan ikan dan perbaikan luka pada tubuh ikan, sorbic acid, B12, Biotin, Cholin, Folic Acid, Inositol, Niacin, Panthotehic acid, Pydoxine, Riboplavin dan Thiamine.

Sumber vitamin pada ikan bisa di temukan dari mana saja yaitu berbagai macam tepung,minyak, kacang kacangan, jeroan dan masih banyak lagi. Selain vitamin terdapat mikronutrien lain yang tidak kalah pentingnya, yaitu mineral. Mineral memiliki fungsi yang sangat di butuhkan oleh tubuh ikan yaitu sebagai bahan pembentuk dari rangka atau struktur tubuh secara lebih tersusun, mineral memiliki fungsi dan peran secara bio-fisiologis yang meliputi fungsi struktural yaitu berkaitan dengan struktur atau komponen penyusun jaringan dan organ tubuh seeperti tulang dan gigi.

Selanjutnya fungsi fisiologikal yaitu mineral yang terdapat di dalam cairan dan jaringan tubuh ikan sebagai elektrolit. Lalu fungsi katalik sebagai pengatur sistem kaloid yaitu osmotik dan juga viskositas, sebagai penyeimbang asam dan basa serta sebagai aktivator enzim yang merupakan komponen penting dari hormon. Dan fungsi regulatori.

Setiap ikan memiliki tingkat kebutuhan mineral yang berbeda – beda, tergantung pada status reproduksi, jenis ikan dan juga stadia ikan.

Pada pembuatan pakan ikan, ikan yang memiliki kemampuan menyerap mineral dari lingkungan hidupnya biasanya diberikan kadar mineral yang lebih sedikit dibandingkan dengan ikan yang tidak dapat menyerap mineral secara alami.

Mineral dapat dibagi dua yaitu makro-mineral dan mikro mineral. Mineral penting untuk ikan yaitu makro mineral terdiri dari, magnesium yang berfungsi sebagai kofaktor, fosfor dan kalsium yang berfungsi penting dalam pertumbuhan tulang dan rangka serta reaksi biokimia dalam tubuh ikan lainya, chlorine, sodium dan potasium adalah elektrolit.

Klorin dan sodium terdapat di luar sel, sedangkan potasium terdapat di dalam sel, tembaga merupakan bagian dari enzim yang dibutuhkan dalam aktivitasnya. Yodium berfungsi dalam pembentukan berbagai hormon pada kelenjar tiroid. Besi berfungsi sebagai komponen yang berperan penting dalam darah merah, sumber pakan haruslah memiliki kandungan zat besi yang cukup karena zat besi dalam air alaminya cukup rendah.

Sedangkan mikro mineral terdiri dari kobal, molibdenum, flourin, timah, nikel, silikon, vanadium, kromium, arsenik, timbal dan litium.Mineral yang ada di alam masuk ke dalam tubuh ikan melalui proses ingesti dan juga difusi. Kekurangan vitamin dapat menyebabkan kerugian pada ikan itu sendiri, yaitu akan menyebabkan
terganggunya pertumbuhan dan juga reproduksi. Kekurangan vitamin juga dapat menjadi penyebab dari timbulnya berbagai macam masalah dalam tubuh ikan atau menimbulkan gejala penyakit.

Gejala yang terjadi ketika ikan kekurangan suatu vitamin ditunjukkan dengan hilangnya nafsu makan, pertumbuhan yang menurun hingga gejala yang paling mengerikan yaitu terjadi kematian. Meskipun begitu, tidak hanya kekurangan vitamin yang dapat berdampak terhadap kelangsungan hidup dari ikan, julmah vitamin yang berlebihan dalam tubuh ikan juga berdampak buruk karena dapet meracuni. Kelebihan vitamin dapat disebut dengan Hipervitamiosis. Oleh karena itu, kebutuhan vitamin dalam ikan harus disesuaikan dengan kebutuhkan dari ikan itu
sendiri tidak boleh sembarangan, karena vitamin merupakan komponen organik yang hanya diperlukan dalam jumlah yang sedikit.

Mikronutrien Pakan Ikan

Dampak yang terjadi akibat kekurangan mineral menunjukkan gejala yang cukup mengkhawatirkan bagi tubuh ikan. Kekurangan magnesium dapat menyebabkan nafsu makan hilang dan pertumbuhan yang menurun, bahkan dapat menyebabkan penyakit “suka tidur” atau yang biasa disebut sebagai letargia. Selain itu, kekurangan magnesium dapat menyebabkan tulang bekakang yang terbentuk tidak normal dan kejang.

Kekurangan fosfor juga berdampak terhadap pertumbuhan ikan, ikan yang kekurangan fosfor dapat dilihat dari gejala berikut, yaitu pakan tidak efisien, pertumbuhan yang lambat, dan pertumbuhan tulang belakang yang tidak normal.

Selanjutnya tembaga, meskipun dibutuhkan oleh ikan untuk proses enzim akan tetapi tembaga memilik sifat racun apabila konsentrasinya antara 0,8 hingga 10 m per liter air.

Kekurangan yodium dapat menyebabkan kelenjar tiroid tumbuh dan gondok. Kekurangan zat besi dapat  menimbulkan menyakit anemia atau kurang darah sedangkan kelebihan zat besi berpengaruh terhadap menurunnya pertumbuhan, diare, kerusakan hati bahkan dapat memicu kematian.

Kekurangan seng (zinc) dapat mengakibatkan katarak, ekor dan kulit geripis, keril dan kuntet serta kematian.

Pada intinya, kekurangan maupun berlebih, vitamin dapat mengakibatkan dampak yang buruk tehadap kelangsungan tubuh pada ikan, sehingga perlu dilakukan pengkajian lebih lanjut dalam penambahan mineral dan juga vitamin dalam pakan, sehingga memenuhi kebutuhan ikan sesuai dan cukup. Perlu digarisbawahi bahwa kebutuhan mineral dan vitamin pada ikan berbeda-beda tiap jenisnya.

 

 

Penulis: Fittrie M P, Ph.D
Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan,
Universitas Padjadjaran

Comments

comments