JAKARTA – Tak hanya pertahankan peringkat Hijau bagi dua pabrik semennya di Narogong, Jawa Barat, dan Cilacap, Jawa Tengah, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) juga meraih peringkat Hijau bagi pabrik semennya di Tuban, Jawa Timur, serta Lhoknga, Aceh, dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan (PROPER) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia, yang diumumkan secara daring pada hari, Selasa (28/12/2021).
Melalui PROPER ini, Pemerintah Republik Indonesia memberikan peringkat atas kinerja pengelolaan lingkungan dan pengembangan masyarakat di sekitar area operasional lintas industri. Bagi pelaku usaha yang mendapat peringkat mulai dari Biru, Hijau hingga Emas, PROPER menjadi bentuk penghargaan tertinggi dari pemerintah. Sedangkan peringkat terbawah adalah Merah dan Hitam.
Direktur Manufaktur SBI, Lilik Unggul Raharjo mengatakan bahwa pencapaian ini tidak lepas dari komitmen SBI untuk selalu mengedepankan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan pada seluruh kegiatan operasional.
“Kami memiliki strategi keberlanjutan dan road map untuk mencapai target-target dalam pengembangan solusi-solusi berkelanjutan, pengelolaan lingkungan dan operasional yang efisien (iklim, air dan alam), ekonomi sirkular, tanggung jawab sosial perusahaan dan pengembangan sumber daya manusia. Kami berupaya untuk memberikan nilai tambah dan dampak positif bagi lingkungan dan para pemangku kepentingan dalam setiap mata rantai pasokan”, ujar Lilik.
Penerapan Teknologi RDF Kini Rambah Sumatera
Sukses dengan penerapan teknologi pengolahan sampah perkotaan menjadi Refuse-Derived Fuel (RDF) di Jakarta dan Cilacap, SBI memperluas penerapan solusi ini hingga ke Sumatera yang ditandai dengan penandatanganan kerjasama dengan Pemerintah Aceh untuk pengelolaan sampah di TPA UPTD BPSR DLHK Aceh, di Gampong Data Makmur, Kecamatan Blangbintang, Aceh Besar.

Fasilitas RDF pertama yang berlokasi di Cilacap, Jawa Tengah, kini telah mampu mengelola hingga 150 ton sampah menjadi RDF untuk substitusi penggunaan batu bara sebagai bahan bakar di pabrik semen SBI di Cilacap.
Melalui beragam inisiatif seperti penggunaan bahan bakar alternatif hingga 11,5 persen TSR (thermal substitution rate) dan efisiensi energi, SBI berhasil mencapai penurunan 15 persen emisi CO2 spesifik per ton semen (baseline 2010). SBI juga telah memulai studi penyerapan CO2 dengan micro algae dan beberapa program untuk efisiensi dan optimalisasi operasional yang berbasis digital.***






