Ketua Harian Bulan Kemanusiaan PMI Kota Semarang, dr. R. P. Uva Utomo , Sp. FM mengatakan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan semua dinas dan stakeholder yang lain untuk menyukseskan program bulan kemanusiaan tahun 2025. “Karena kepentingan PMI juga kepentingan masyarakat. Jadi memang tidak ada target tapi kita upayakan untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat kota Semarang melalui bantuan-bantuan yang kami dapatkan,” ucapnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Dr. dr. Muhammad Abdul Hakam, Sp.PD menambahkan, masyarakat harus mendukung kegiatan donor darah PMI karena perkembangan teknologi dan sumberdaya manusia (SDM) yang ada terus meningkat dan mampu menjawab kebutuhan pasien. Tidak hanya memproduksi Packed Red Cells (PRC) atau sel darah merah yang biasa digunakan untuk meningkatkan hemoglobin.
“Donor darah itu sebetulnya bukan hanya untuk PRC atau apa, bahkan bisa digunakan untuk produk yang lain yang lebih spesifik tidak hanya satu atau dua produk, tapi beberapa produk, termasuk yang dulu tidak bisa diproduksi sekarang bisa diproduksi, tentunya dengan teknologi dan SDM yang dimiliki PMI,” ungkapnya.

Sebagai informasi, sebelum melaksanakan fun walk, Wali Kota Semarang diwakili oleh Asisten III Pemkot Semarang, Ketua dan Sekretaris PMI Kota Semarang membubuhkan tanda tangan pada papan yang telah disediakan disusul oleh para relawan. Sedikitnya ada 1000 lebih peserta jalan sehat ceria yang dimulai dari depan kantor Gubernuran menuju ke lapangan Pancasila Simpang Lima dan kembali ke depan kantor Gubernuran.
Panitia telah menyediakan door prize menarik bagi relawan yang beruntung. Selain itu, PMI juga membuka stan donor darah sukarela, pemeriksaan kesehatan dari Klinik Utama PMI, dan promosi kampus Politeknik Bina Transfusi Darah (Polbitrada) di area tersebut. (*)






