Kepala BP2MI Benny Rhamdani Kunjungi Pertanian Hidroponik Wangunsari Farm dan Kebun Organik Barukai

oleh -
Kepala BP2MI Benny Rhamdani Kunjungi Pertanian Hidroponik Wangunsari Farm dan Kebun Organik di Lembang

BANDUNG – Kepala BP2MI (Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia) Benny Rhamdani bersama rombongan mengunjungi kebun pertanian berkonsep hidroponik di Wangunsari Farm Lembang dan pertanian organik di Cisarua milik Rektor Unikom Prof Dr. Ir, H. Eddy Soeryanto Soegoto, MT., Minggu (25/9/2022).

Wangunsari Farm seluas lebih dari satu hektar ini sendiri merupakan kebun hidroponik yang kerap dikunjungi oleh mahasiswa dan masyarakat, antara lain dari IPB dan ITB.

“Sayur dan buah-buahan disini segar-segar,” kata Benny Rhamdani saat melihat langsung proses penyemaian hingga sayur sayuran dan buah-buahan yang siap panen didampingi oleh Prof. Eddy.

Kepala BP2MI Benny Rhamdani (tengah) bersama Prof. H. Eddy Soeryanto Soegoto (kiri), di kebun sayuran hidroponik Wangunsari Farm.

Tidak hanya melihat-lihat, Benny Rhamdani juga sempat mencicipi buah melon yang baru dipetik langsung dari pohon. “Ada kriuk-kriuknya,” ujarnya sambil tersenyum.

Menurut Benny, usaha pertanian hidroponik dan organik yang dilakukan oleh Prof. Eddy ini sangat menginsiprasi dan berkeinginan untuk membagikan ilmu konsep pertanian ini kepada sobat migran.

“Konsep usaha pertanian modern seperti ini sangat menginspirasi dan bisa menjadi alternatif bagi sobat migran,” kata Benny yang kerap menyebutkan istilah Pergi Jadi Migran, Pulang Jadi Juragan untuk PMI (Pekerja Migran Indonesia).

Produk dari Wangunsari Farm dan kebun organik Barukai Cisarua yang diklaim tanpa pestisida ini telah dipasarkan ke berbagai gerai, diantaranya gerai supermarket.

Benny Rhamdani melihat kebun asparagus organik.

“Kita melihat di dua tempat ya, kita menyaksikan langsung bagaimana pertanian modern seperti hidroponik dan organik ini sebagai alternatif tuntutan zaman. Bagaimana kedepan pertanian modern ini menjadi sebuah kebutuhan, karena tidak memerlukan lahan yang besar dan pekerja yang banyak untuk mengelola pertanian modern ini dilakukan,” kata Benny Rhamdani saat dimintai tanggapannya usai kunjungan.

Pertanian modern ini menurut Benny, sangat menginspirasi masyarakat yang memiliki keterbatasan lahan untuk bertani.

“Banyak pelajaran dan ilmu yang kita saksikan hari ini yang dapat kita petik. Dan ini luar biasa, seorang founder dan rektor kampus terkenal, masih memiliki hobi yang sebetulnya hobi ini sangat mengedukasi masyarakat. Hal yang dipetik dari beliau adalah keinginan untuk terus melakukan inovasi dan menjadi penting, tidak dibatasi oleh usia, termasuk memberikan edukasi kepada masyarakat,” bebernya.

Terakhir, Benny Rhamdani pada kunjungannya ke kawasan pertanian milik Prof. H. Eddy Soeryanto Soegoto, mengakui bisa menarik sejumlah pelajaran dan kesimpulan filosofis.

“Saya tadi bertanya kepada Prof. Eddy, kenapa tidak menggunakan pagar tembok di sekelilingnya, karena orang berpikir memliki kawasan dan rumah yang bagus itu pakai tembok. Dijawab oleh Prof. Eddy, bahwa kalau kita memasang tembok di sekeliling apalagi tinggi, untuk apa kita menikmati apa yang kita miliki dengan berbagai keindahan terus kita merasa hidup di penjara. Selanjutnya, dengan hanya pagar kawat, publik bisa melihat apa yang dilakukan di dalam, itu sebetulnya jiwa sosial seseorang untuk masyarakat bisa mengakses apa yang dilakukan terkait dengan aktifitas pertanian modern,” pungkasnya.

Comments

comments