Jadi Warga Pelopor Kebersihan Bersama Satgas Citarum, Awing : Insya Allah Kita Laksanakan Dengan Ikhlas

oleh -
Jadi Warga Pelopor Kebersihan Bersama Satgas Citarum, Awing : Insya Allah Kita Laksanakan Dengan Ikhlas
Personel Satgas Citarum Sektor 21 Subsektor 15/Sumedang bersama warga pelopor kebersihan melaksanakan apel sebelum kegiatan.

SUMEDANG, sorotindonesia.com- Mungkin tidak pernah terbersit sebelumnya warga masyarakat yang membayangkan untuk menjadi relawan pembersihan sungai, mengerjakan dan mengangkat sampah yang mengotori sungai.

Namun pada kenyataannya, saat ini relawan atau kerap disebut dengan warga pelopor kebersihan itu nyata adanya.

Diluncurkannya Program Citarum Harum pada tahun 2018 silam yang diinisiasi Letjen TNI Doni Monardo yang kala itu menjabat Pangdam III/Siliwangi setelah Sungai Citarum viral menyandang predikat salasatu sungai terkotor di dunia, telah menggerakkan komponen masyarakat mulai dari pemerintah pusat hingga warga yang berada di kawasan DAS Citarum untuk bahu membahu guna mengembalikan martabat warga Jawa Barat yang tercoreng akibat predikat tersebut.

Seperti contohnya di Kabupaten Sumedang, di wilayah tugas Sektor 21 Satgas Citarum Subsektor 15, belasan pemuda antusias bergabung bersama personel Satgas Citarum untuk terjun membersihkan aliran sungai. Tidak hanya itu, mereka juga menjadi relawan perpanjangan lidah pemerintah dan Satgas Citarum dalam menyosialisasikan kebersihan lingkungan kepada warga lainnya.

Alhamdulillah, saya ikut kegiatan Satgas Citarum sudah sejak tahun 2019,” kata Mulyana (30) atau yang akrab disapa Awing, warga Tanah Beureum, Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jumat (10/9/2021).

Dijelaskan oleh Awing, niat dan keinginannya untuk ikut kegiatan Citarum Harum tersebut didasari karena kondisi kebersihan daerah aliran sungai di sekitar pemukimannya yang sering kotor akibat adanya beragam jenis sampah. Dengan hadirnya Satgas Citarum di wilayahnya, membawa motivasi dan panggilan tersendiri bagi Awing yang sebelumnya memiliki kesibukan sebagai kernet mobil ayam broiler untuk turut berkontribusi.

“Membantu menjaga kebersihan lingkungan. Sebelum ada Satgas Citarum, lingkungan disini dan di sungai banyak sampah, lalu di sungai juga kondisinya kotor dan berwarna,” jelas Awing mengutarakan niatnya berkaryabhakti bersama Satgas Citarum.

Diungkapkannya bahwa ia kerap membantu mengangkat berton-ton sampah yang menghambat aliran Sungai.

“Sampah terbanyak yang dibersihkan waktu awal dulu yang pernah saya ikut ada di Ciburaleng. Tapi saat ini alhamdulillah sampah di sungai sudah berkurang,” ungkapnya.

Wilayah Satgas Citarum Subsektor 21-15 sendiri sedikitnya ada lima aliran sungai yang bermuara ke Sungai Citarum, antara lain Sungai Ciburaleng, Sungai Cikeruh, Sungai Citarik, Sungai Cikijing dan Sungai Cibeusi.

Awing yang sudah hampir tiga tahun ikut bersama Satgas Citarum ini mengungkapkan bahwa yang membuat ia “betah” karena system kerja yang kekeluargaan.

“Yang bikin betah, karena selama ini selalu ada kebersamaan dan kekeluargaan, mudah-mudahan silaturahmi ini bisa lebih ditingkatkan. Saya merasakan bapak-bapak Satgas memberikan perhatian lebih daripada yang lain. Jadi kami ikut merasa memiliki dan tanggung jawab, insya Allah, ikhlas,” ungkap Awing.

Pekerjaan yang dilakukan oleh warga pelopor kebersihan ini seringkali tidak bisa dibilang mudah. Karena bersama personal Satgas Citarum selain membersihkan Sungai, juga sosialisasi kepada warga, kegiatan sosial seperti membantu warga yang terdampak banjir, serta patroli Sungai yang waktunya tentative, bisa pagi, siang, malam atau subuh.

“Perasaan saya ikut patroli, pagi, siang atau malam, ya tetap semangat. Karena untuk ikut menjaga lingkungan kita agar terus lebih baik. Kalau dari keluarga, alhamdulillah istri mendukung walaupun ditinggal malam-malam, yang penting selamat aja,” terang Awing.

Senada dengan Awing, Wisnu Permana (20) warga Cibubuhan, Desa Cimanggung mengaku bangga selama satu tahun ini bisa ikut berkegiatan dengan Satgas Citarum.

“Iya, saya bangga bisa ikut kegiatan dengan Satgas Citarum, yang belum tentu semua orang mau. Niat saya hanya ingin melihat sungai-sungai dan lingkungan bersih, tidak tercemar oleh sampah dan limbah,” ungkapnya.

Diungkapkan oleh Wisnu, sebelum ada Satgas Citarum, kondisi aliran sungai selalu kotor oleh sampah.

“Sungai itu banyak sampah dan tidak enak dilihatnya. Adanya Satgas, kita jadi merasa ada wadahnya untuk ikut kontribusi. Setelah ada satgas ini yang saya rasakan, di lingkungan sendiri sekarang kondisi sungainya sudah cukup bersih. Ke warga juga kita sering mengingatkan untuk tidak membuang sampah ke sungai,” tambah pemuda yang sempat bekerja di supplier bahan bangunan ini.

“Harapan saya, ada atau tidaknya Satgas nanti, warga tetap termotivasi untuk menjaga kebersihan lingkungan,” pungkasnya.

Terpisah, Komandan Subsektor 21-15/Sumedang, Serka Eri Krisyana, berterimakasih dengan keberadaan warga pelopor kebersihan ini disetiap kegiatannya.

“Tentunya saya sangat berterimakasih dengan adanya warga pelopor kebersihan yang selalu mendukung di kegiatan kami di Satgas Citarum Harum, dalam melaksanakan tugas pembersihan sungai atau patroli limbah atau dalam sosialisasi kepada warga untuk menyampaikan agar tidak membuang sampah sembarangan ke sungai dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar jangan sampai dikotori,” kata Eri yang kerap disapa dengan panggilan Serka Erik.

Sistem kerja yang diterapkan sejauh ini, lanjut Eri, adalah dengan sistem kekeluargaan.

“Kami menerapkan kerjasama kekeluargaan dengan warga pelopor kebersihan di wilayah Sumedang, karena kami juga merasa bangga terhadap mereka dan mereka pun menerima dengan baik keberadaan kami. Jadi, antara kami dan warga pelopor, alhamdulillah, selalu kompak dan selalu melaksanakan kegiatan dengan rasa penuh tanggung jawab dan ikhlas,” urainya.

[St]

Comments

comments