Glenn & The Vicious Boys Luncurkan Video Klip Dan Album SILATURASA

oleh -
Glenn & The Vicious Boys Luncurkan Video Klip Dan Album SILATURASA

BANDUNG – Glenn & The Vicious Boys luncurkan video klip untuk singel dan album perdana mereka, Silaturasa, bersamaan dengan event Here Comes The Riot, The Boys Are Back Vol. 1 yang diselenggarakan oleh Kawantua Management di Chinook Resto & Cafe, Bandung, Minggu (17/10/2021).

Grup musik Glenn & The Vicious Boys yang mengusung aliran punk rock ini sendiri dimotori oleh musisi kawakan Glenn “SHID” (vocal) dan Buluk “Superglad” (lead guitar), bersama Kausa (lead guitar), Nicky Lauda (bass), Adhitya Perkasa “Siksa Kubur” (drum), serta Dock Budi (rhytm guitar).

Peluncuran video klip Silaturasa yang baru pertama kali ditayangkan di Chinook Resto & Cafe sebelum published ke masyarakat melalui kanal media sosial youtube ini, mendapat respon cukup luar biasa dari penggemarnya di Kota Bandung. Glenn & The Vicious Boys juga tampil atraktif di atas panggung untuk memperkenalkan album perdana mereka tersebut.

Dikisahkan oleh Buluk bahwa terbentuknya Glenn & The Vicious Boys ini berawal dari pertemuannya yang tidak sengaja dengan Glenn di salasatu studio musik di Jakarta, yang hingga saat ini telah berhasil diproduksi setidaknya 10 buah lagu yang dikemas dalam album, diantaranya Silaturasa.

“Gue udah kenal Glenn sejak tahun 1985, gue masih jadi penonton dan Glenn udah jadi pelaku musik dengan mengcover lagu-lagu Sex Pistols bersama band bernama SHID,” kata Buluk mengawali.

Menonton penampilan Glenn tersebut, ternyata mendorong Buluk untuk juga bisa membentuk grup musik punk rock.

“Pertama kali gue ngeliat, dan gue bercita-cita pengen punya band punk rock itu gara-gara nonton mereka,” terangnya.

Akhirnya, lanjut Buluk, tahun 1988 ia pun membentuk grup band. “Tapi era 90-an mencar, dimana era itu banyak musisi yang terjebak obat-obatan terlarang, era drugs, life style. Lama tak bertemu dengan Glenn, tidak ada kontak-kontakan dari sekitar tahun 1993, lalu gue ketemu Glenn lagi tahun 2020, dan itu ngga sengaja, ketemu di salasatu studio dekat rumah waktu gue latihan dengan Kausa. Abis latihan, gue ngeliat di papan board latihan ada juga SHID, gue bertanya-tanya, SHID ada lagi nih? Kemudian gue tanya yang punya studio, ini SHID mana? dijawabnya ada tuh lagi latihan. Pas gue lihat, ini kayaknya Glenn nih, dan akhirnya kita bisa ngobrol panjang lebar,” beber Buluk.

Setelah pertemuan tersebut, Buluk mengajak Glenn untuk bekerjasama, namun tidak menggunakan nama SHID.

“Dari pertemuan itu gue tertarik dan punya kemauan untuk memproduseri Glenn. Tapi gue ngga mau pake nama SHID, karena buat gue nama SHID itu udah menjadi legend. Abis itu, satu minggu dari situ Glenn sering ke rumah gue di Ciganjur, dan dalam satu bulan jadi satu album. Rekamannya di studio Superglad di Jatinegara,” ungkap Buluk.

Sela perbincangan, ada proses produksi lagu yang menurut Buluk cukup unik.

“Lagunya ada yang dibikin gue bareng Glenn waktu kita boncengan motor,” kata Buluk sambil tertawa.

Lagu-lagu dalam album Silaturasa itu sendiri, tutur Buluk, mengemas beragam pesan, ada tentang percintaan, politik dan sosial yang awalnya dilakukan berdua. Lagu Silaturasa sendiri merupakan “reuni” dari komunitas dan lingkungan Glenn saat Glenn kerap perform di Pid Pub.

Setelah produksi lagu rampung, diputuskan untuk menambah personil. Hingga terbentuknya personel lengkap Glenn & The Vicious Boys saat ini.

“Hari ini kita launching Silaturasa,” ucap Buluk, didampingi oleh Glenn.

Untuk bisa menikmati album perdana Glenn & The Vicious Boys ini, bisa melalui platform digital seperti spotify atau joox yang dirilis oleh Euforia Music Publishers dari Dory Soekamti.

Menariknya, album ini akan diproduksi dalam bentuk fisik. Selain compact disc, juga kaset pita, yang rencananya hanya akan dijual saat pertunjukan Glenn & The Vicious Boys dari panggung ke panggung.

Sudah saatnya mendukung skena musik anak bangsa dengan membeli digital platform, rilisan fisik, merchandise original, ticket gigs / konser.

[st]

Comments

comments