FGD Orangtua Anak Jalanan, Sikap Bijak Dinsos Semarang

oleh -
Kabidresos Tri Waluyo saat memimpin diskusi dengan dinas dan instansi terkait
Kabidresos Tri Waluyo saat memimpin diskusi dengan dinas dan instansi terkait.

Semarang, [ Sorot Indonesia ] – Menyikapi dengan bijak tentang fenomena anak jalanan, Dinas Sosial mengadakan Focus Group Discussion Orangtua Anak Jalanan di Balai Kelurahan Randusari, Jalan Randusari Pos II 155 Randusari Semarang Selatan Kota Semarang. FGD dinilai sebagai sebuah langkah bijak yang ditempuh dalam mensukseskan program Semarang Smartcity dan MIBAJ (Menuju Indonesia Bebas Anak Jalanan) sebagai sebuah program Kementrian Sosial dalam memperhatikan putra-putri penerus bangsa, Kamis (29/3/2018).

Kabidresos Tri Waluyo SH MH mengungkapkan Forum tersebut, dimaksudkan untuk menemukan solusi terbaik di mana pemerintah tidak hanya sebatas menindak pelaku. Lebih dari itu memberikan jalan keluar yang tepat agar mereka yang hidup di jalanan dan yang mempekerjakan anaknya di jalanan terentaskan dengan cara-cara yang bijaksana. Dikatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait adanya “eksploitasi” anak di jalanan. Bahkan sudah melakukan operasi gabungan dengan maksud sebagai efek jera agar orangtua tidak melakukan eksploitasi dan lebih memperhatikan anak.

Operasi gabungan sebagaimana dimaksud merupakan operasi Dinos yang melibatkan Dinas Pendidikan, Satpol PP, Polres, dan Kodim. Praktiknya, dengan menangkap anak jalanan untuk dikembalikan ke sekolah dengan serta memberikan edukasi terhadap para orangtua anak jalanan saat menjemput anaknya yang tertangkap. Pun demikian, proses pengambilan disertai dengan syarat administrasi utama surat pernyataan bermaterai. Hal tersebut dinyatakan oleh Kasie TSPO, Anggie Ardhitia SH MH.

Dikatakan, FGD dimaksudkan untuk menggali permasalahan secara mendalam dengan cara membentuk kelompok diskusi yang dipandu oleh LSM Setara sebagai mitra strategis pemerintah kota semarang untuk mengentaskan kehidupan anak jalanan, juga para orang tua jalanan. Selain itu FGD juga menghadirkan perwakilan dari dinas terkait. Disebutkan, Diskaner, Dinkop, Dinperindag, Disdik, Satpol PP, DP3A (Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak) dan LSM Setara

Ketua LSM Setara, Tsaniatus Salicha berharap dengan adanya FGD tersebut, selanjutnya bisa membuat program yang mengentaskan mereka keluar dari kehidupan jalanan. Menurutnya, dengan FGD tersebut, Dinsos dan LSM Setara secara langsung menerima masukan dari orangtua anak jalanan. Sebab, merumuskan program strategis dalam mensukseskan Mibaj tidak bisa dirumuskan sekaligus dilaksanakan secara sepihak. (sorotindonesia.com/arh)

Tsaniatus Shalichah saat berinteraksi dalam FGD
Tsaniatus Shalichah saat berinteraksi dalam FGD, Kamis (29/3/2018).

Comments

comments