Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjar Meresmikan TPA Sampah Dengan Metode Sanitary Landfill

oleh -
Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjar Meresmikan TPA Sampah Dengan Metode Sanitary Landfill

BANJAR, sorotindonesia.com — Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjar meresmikan Revitalisasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah, yang berlokasi di Dusun Babakan, Desa Cibeureum, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat, Kamis (28/12/2023).

Peresmian TPA tersebut ditandai dengan gunting pita yang dilaksanakan oleh Penjabat Wali Kota Banjar, Hj. Ida Wahida Hidayati dan dihadiri Kapolres Banjar, AKBP Danny Yulianto, Ketua DPRD Kota Banjar, Dadang R Kalyubi, Dandim 0613/Ciamis, Letkol Inf Wahyu Alfiyan Arisandi, Sekretaris Daerah Kota Banjar, Soni Harison, serta para kepala OPD Kota Banjar, Camat Banjar, Kepala Desa Cibeureum.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjar Eri K Wardhana
dalam laporannya mengatakan bahwa, kegiatan revitalisasi TPA yang dilakukan pada tahun ini terdiri dari 4 paket pengerjaan yaitu, pembangunan sel sampah baru, pembangunan jalan inspeksi, rehabilitasi manuver sampah aktif, dan rehabilitasi penampungan air lindi sel sampah aktif.

“Keseluruhan pengerjaan tersebut, menggunakan sumber dana yang berasal dari bantuan Provinsi Jawa Barat dan telah selesai 100%, serta siap untuk digunakan dalam pengelolaan akhir sampah. Dengan revitalisasi ini, diharapkan dapat mengelola sampai sampai 20 tahun kedepan,” ujarnya.

Sementara itu, Pj. Wali Kota Banjar Hj. Ida Wahida Hidayati mengatakan, bahwa pengelolaan sampah di TPA Cibeureum sudah baik. Menurutnya, pengelolaan sampah di TPA Cibeureum menggunakan metode Sanitary Landfill.

Ia menjelaskan, metode tersebut merupakan sistem pengolahan sampah menggunakan area tanah yang terbuka dan luas. Pada metode ini, di atas timbunan sampah ditimbun sampah lagi hingga beberapa lapisan. Setelah itu, timbunan sampah ditutup dengan tanah setebal 60 cm atau lebih.

“Saya dulu pernah mempelajari metode pengelolaan sampah dengan metode Sanitary Landfill. Metode Sanitary Landfill merupakan metode standar yang banyak dipakai secara internasional. Penutupan sampah yang dilakukan setiap hari, dapat meminimalkan potensi gangguan yang timbul. Namun demikian saya berpesan, pengolahan sampah tersebut baunya jangan sampai menggangu masyarakat sekitar,” pungkasnya. (*)

Comments

comments