Cabuli Santri, Pemilik Ponpes Di Ciparay Diciduk Polisi

oleh -
Cabuli Santrinya, Pemilik Ponpes Di Ciparay Diciduk Polisi
Kapolresta Bandung Polda Jabar Kombes Pol Kusworo Wibowo menunjukan sejumlah barang bukti kasus pencabulan anak dibawah umur, Senin (10/1/2022). [Foto: bidhmsjbr]

KAB. BANDUNG – Satreskrim Polresta Bandung Polda Jabar berhasil mengungkap dan menangkap pelaku kasus tindak pidana persetubuhan dan pencabulan terhadap anak dibawah umur.

Kapolresta Bandung Polda Jabar Kombes Pol Kusworo Wibowo mengatakan bahwa kejadian tersebut terjadi sejak tahun 2019 hingga 2021. Dimana pelaku berinisial H sekaligus pemilik salah satu pondok pesantren telah menyetubuhi tiga santriwati di wilayah Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

“Jadi, kejadiannya ini sejak 2019 sampai 2021, dimana pelaku H ini adalah pemilik pesantren yang ada di wilayah Ciparay,” kata Kusworo saat menggelar konferensi pers di Mapolresta Bandung Polda Jabar, Senin,(10/1/2022).

Kombes Kusworo menambahkan, modus operandi dari pelaku H adalah dengan dalih memberikan ilmu tenaga dalam kepada tiga santriwati yang menjadi korban.

“Pelaku H ini dalihnya adalah berpura – pura akan memberikan ilmu tenaga dalam, kemudian pelaku memijit para korban dan akhirnya korban disetubuhi,”ujarnya.

Mendapat perlakuan tidak senonoh dari guru pendidik sekaligus pemilik pesantren ini, salah satu korban bercerita kepada orang tuanya dan akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Bandung Polda Jabar.

“Setelah ada laporan dari para korban dan memeriksa beberapa saksi serta barang bukti visum para korban, rentang waktu tidak sampai satu minggu pelaku H berhasil kami amankan,” ujarnya.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Ibrahim Tompo S.I.K., M.Si., menambahkan bahwa dari kejadian tersebut pihak kepolisian masih belum bisa memastikan apakah korban hanya berjumlah tiga orang.

“Kami terus terbuka seandainya masih ada informasi korban yang lain,” tambahnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku H dijerat Pasal 81 ayat (2)Jo pasal 76 D Pasal 82 ayat (3) Jo pasal 76E UU RI NO 17 tahun 2016 tentang penetapan PERPPU pengganti UU RI NO 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman paling lama hukuman 15 tahun penjara dan ditambah ⅓ dari ancaman pidana karena pelaku merupakan tenaga kependidikan.***

Comments

comments