BP2MI Jemput Pekerja Migran Indonesia yang Diduga Mengalami Penyekapan di Kamboja

oleh -
BP2MI Jemput Tiga Belas Pekerja Migran Indonesia yang Diduga Sempat Mengalami Penyekapan di Kamboja
Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika, Agustinus Gatot Hermawan, saat menyampaikan arahannya kepada PMI asal Kamboja usai dijemput di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Sabtu (6/8/2022). {Foto: dok./BP2MI]

TANGERANG, – Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menjemput kepulangan 13 (tiga belas) Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Kamboja yang diduga menjadi korban trafficking terkait kasus scamming online.

Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika, Agustinus Gatot Hermawan, menerangkan kasus yang dialami oleh para PMI tersebut.

“Dia (PMI) memang ditugaskan bekerja untuk menipu orang yang ada di Indonesia. Jadi dia menawarkan barang, kemudian orang-orang Indonesia tertarik dan membeli secara online. Tapi uangnya nanti setor dulu dikirim ke sini, namun barangnya tidak dikirim oleh mereka. Jadi modusnya itu, pembelian secara online. Mereka menawarkan barang-barang dan mereka memang ditarget. Yang saya wawancara tadi sudah bekerja ada yang dua bulan,” ujar Gatot saat menjemput para PMI Kamboja di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (6/8/2022).

Gatot menyambung, para PMI awalnya dijanjikan gaji antara 1.000 – 1.500 dolar. Namun, para PMI tak menerima gaji sesuai perjanjian kerja, dengan hanya menerima 400 dolar, bahkan 200 dolar, hingga ada yang belum digaji.

Gatot memberikan apresiasi kepada Kementerian Luar Negeri, yang telah melakukan penanganan bagi para PMI di Phnom Penh, sehingga mereka dapat kembali ke Indonesia dalam kondisi yang baik. Ia juga berterima kasih pada Kementerian Sosial yang telah berkoordinasi untuk penanganan kepulangan, serta pelayanan pasca kepulangan PMI.

Baca Juga:  Oneng Berikan Motivasi Pada Kegiatan Glorifikasi PMI Program G To G Korea Selatan

“BP2MI akan terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri , TNI/POLRI, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian Koordinator PMK, Satgas Covid-19, Otoritas Bandara, Angkasa Pura yang telah bekerjasama dengan baik dalam penanganan kepulangan PMI dari Kamboja,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, PMI berinisial M, yang ikut pada pemulangan ini, berpesan agar para calon PMI dapat bekerja ke luar negeri secara prosedural.

“Lebih pintar, lebih jeli aja untuk mencari lowongan kerja di luar negeri. Karena hasilnya kalau kita terlalu ambisius, ya begini. Kita terburu-buru, kurang jeli, akhirnya terjebak. Kalau bisa ikuti aturan aja lah. Itu lebih mudah. Memang melalui proses, tapi kan jelas,” tuturnya.

Setibanya di tanah air, para PMI tersebut diantarkan ke Rumah Perlindungan dan Trauma Center (RPTC) Bambu Apus, Jakarta Timur untuk dilakukan pendataan dan assesment oleh Kementerian Sosial. Selanjutnya, akan dilakukan pemeriksaan oleh Bareskrim POLRI, dan pemulangan ke daerah asal. Adapun para PMI berasal dari Jawa Timur, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Nusa Tenggara Barat, dan Kepulauan Bangka Belitung.

Baca Juga:  BP2MI Glorifikasi 44 Pekerja Migran Indonesia Ke Korea Selatan

Diketahui, kepulangan ini merupakan gelombang kedua, dari 12 PMI yang telah kembali ke tanah air, Jumat (5/8/2022). Saat ini masih terdapat 131 PMI yang berada di Kamboja, dan akan dipulangkan pada gelombang selanjutnya. Oleh karena itu, BP2MI akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri.

Pemerintah Indonesia akan mengevakuasi semua PMI yang disekap. Para pekerja itu akan ditampung sementara di Phnom Penh setelah melakukan perjalanan sekitar enam jam dari lokasi penyekapan. Selanjutnya, BPMI akan menerima di Tanah Air dan langsung memulangkan mereka ke kampung halaman.

Sebelumnya, Kepala BP2MI Benny Rhamdani, pada sekitar pertengahan Juli 2022 lalu mengatakan bahwa  BP2MI menerima informasi sebanyak 52 PMI disekap di Kamboja yang kemudian langsung berkoordinasi dengan Direktorat Perlindungan WNI Kemenlu RI. 

Benny juga sempat melakukan video call dengan korban, yakni AS dan YP yang disiarkan langsung di saluran khusus yang dapat diakses publik.

Kepala BP2MI, Benny Rhamdani, saat melakukan video call dengan salasatu PMI korban penyekapan di Kamboja, Jumat (5/8/2022).

“Kami mencoba menghubungi dua PMI yang disekap, yakni Andar Sugianto dan Yuda Prabowo,” ungkap Benny pada keterangannya.***

Comments

comments