Bersama Unicef, PMI Semarang Sosialisasi Percepatan Imunisasi Dasar

oleh -
Ketua PMI Kota Semarang, Awal Prasetyo saat memberikan sambutan sosialisasi percepatan imunisasi balita di gedung UDD PMI Kota Semarang (dok)

Semarang , SOROTINDONESIA.COM – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang melakukan sosialisasi percepatan imunisasi dasar bagi balita di Aula Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Semarang, Jl. Soegijopranoto, Semarang, Jum’at (29/7/2022).

Kegiatan tersebut diikuti 100 peserta yang terdiri Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan dan Forum Posyandu Kecamatan serta Forum Pos PAUD se-Kota Semarang.

Ketua PMI Kota Semarang, Awal Prasetyo dalam sambutannya mengungkapkan adanya tamu dari Unicef yang menyebut sekitar dua juta dosis vaksin harus habis hingga akhir Agustus tahun ini.

“Sekitar dua minggu yang lalu PMI Kota Semarang mendapatkan tamu dari Unicef bersama pengurus PMI Provinsi Jateng yang menceritakan bahwa sekitar 2 juta dosis vaksin hepatitis B, BCG Colio dan campak yang harus disuntikkan sampai dengan akhir Agustus di Jawa Tengah,” katanya.

“Semarang ada sekitar 111.000 anak balita yang juga harus mendapatkan suntikan itu, berarti ada sekitar 3600 per hari yang harus disuntikkan, PMI bisa membantu apa?,” sambungnya.

Dia pun menjelaskan, anak yang tidak mendapat imunisasi akan mengalami risiko terkena penyakit di masa pertumbuhannya, “Kalau itu terjadi apa yang bisa dihasilkan pada sepuluh sampai dua puluh tahun mendatang tentang kualitas hidup mereka?,” ujarnya setengah bertanya.

Ketua PMI Kota Semarang, Awal Prasetyo saat memberikan sambutan sosialisasi percepatan imunisasi balita di gedung UDD PMI Kota Semarang (dok)

Untuk itu, lanjutnya, PMI Kota Semarang pada kegiatan bulan kemanusiaan (Juni-Agustus) bersama Unicef, PKK, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Dinas Kesehatan Kota Semarang akan terus mengingatkan masyarakat tentang pentingnya vaksinasi balita, “Teorinya kita sebut sebagai multiple injection event,” jelasnya.

Sementara, perwakilan Unicef Wilayah Jawa, Armunanto mengajak untuk menyukseskan bulan imunisasi anak nasional, “Kita tahu pemerintah Republik Indonesia pada tahun 2022 ini merespons dampak dari Covid-19 yang cakupan imunisasi mengalami penurunan,” ungkapnya.

“Kita tahu bahwa imunisasi adalah dasar untuk perlindungan kepada putra-putri kita, melindungi dari 36 penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi. Apabila cakupan imunisasi itu turun artinya kejadian luar biasa (KLB) akan muncul dimana-mana,” lanjutnya menguraikan.

Untuk itu pihaknya mengajak PMI dan Pemerintah untuk berkolaborasi dalam upaya menyelamatkan generasi penerus bangsa yang ada di wilayah Jawa Tengah dari ancaman 36 jenis penyakit dengan percepatan imunisasi. Di akhir sambutan ia menyatakan optimis program tersebut akan sukses di Jawa Tengah.

“Karena kita paruh kedua 2017 sudah pernah sukses untuk melaksanakan imunisasi serentak campak Modella. Jateng lebih awal selesai,” pungkasnya. (rq)

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.