Bejat! Tergoda Melihat Korban Sedang Tidur, Kakak Ipar Rudapaksa Adik Ipar

oleh -
Bejat! Tergoda Melihat Korban Sedang Tidur, Kakak Ipar Rudapaksa Adik Ipar

BANJAR, (SI) — Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Banjar Polda Jawa barat mengungkap dua kasus kekerasan seksual terhadap anak yang terjadi dibulan November 2022.

Kapolres Banjar AKBP Bayu Catur Prabowo S.H., S.I.K., M.M. yang didampingi Kasat Reskrim AKP Nandang Rokhmana S.H., M.H, saat konfrensi pers, Selasa (22/11/2022), bertempat di halaman Sat Reskrim Polres Banjar mengatakan, kasus kekerasan seksual yang pertama terjadi rudapaksa, dan yang kedua adalah pencabulan terhadap anak.

Perkara pertama menimpa korban mawar (nama samaran) yang dicabuli oleh kakak iparnya yang berinisial AS, perbuatan rudapaksa dilakukan dirumah tepatnya di ruang tengah.

“Kami langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka AS tanpa perlawanan,” ucapnya.

Diketahui tersangka AS melakukan hubungan dengan korban dengan nama samaran mawar dikarenakan tergoda ketika korban mawar sedang tertidur.

Hasil pengembangan penyidik terungkap, tersangka AS selain melakukan rudapaksa adik ipar juga melakukan penganiayaan terhadap istrinya yang mirisnya dilakukan juga di rumah.

“Upaya yang kami lakukan adalah trauma healing terhadap korban, imbauan kepada orangtua agar lebih waspada dan mengawasi kepada putra dan putrinya dengan komunikasi yang baik antara orang tua dan anak”, imbuhnya.

Ia menegaskan, tersangka AS dijerat dengan perlindungan anak, kekerasan seksual dan kekerasan dalam rumah tangga dipidana dengan hukuman penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/ atau pidana denda paling banyak Rp300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah).

Lanjut Kapolres, pengungkapan perkara kasus kedua, masih pencabulan terhadap anak di bawah umur. Namun korbannya dari luar Kota Banjar, yakni warga Kabupaten Kuningan. dengan nama samaran Bunga.

Kapolres menjelaskan, korban dengan tersangka GL (15) berkenalan lewat medsos. Berjalannya waktu, korban diajak untuk main ke Kota Banjar.

“Setibanya di Kota Banjar, malam hari korban langsung dibawa ke lokasi yang telah ditentukan, lalu dikenalkan kepada WL yang mengaku paman pelaku,” ungkap Kapolres.

Lebih lanjut, Kapolres menjelaskan, setelah itu korban dibawa ke kos-kosan, karena tiba dalam keadaan basah akibat kehujanan, lalu WL langsung melakukan perbuatan tidak senonoh terhadap Bunga, keesokan paginya, giliran GL saling bergantian dengan WL mencabuli korban.

Dikarenakan tersangka, GL (15) masih dibawah umur, kami tidak melakukan penahanan sehingga dilakukan wajib lapor.

Kedua Pelaku dijerat pasal 81 junto 76 D tentang persetubuhan dan pasal 6 huruf F tentang kekerasan seksual dengan ancaman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara. (*)

Comments

comments