Ancam Sebar Video, Seorang Pemuda Di Majalengka Cabuli Remaja 16 Tahun

oleh -
Ancam Sebar Video, Seorang Pemuda Di Majalengka Cabuli Remaja 16 Tahun

MAJALENGKA,- Seorang pemuda di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, cabuli remaja pria berusia 16 tahun dengan mengancam akan menyebarkan video onani korban. Pelaku pencabulan ini akhirnya berhasil diamankan pihak kepolisian.

Kapolres Majalengka Polda Jabar AKBP Syamsul Huda melalui Kasat Reskrim Polres Majalengka AKP Siswo DC Tarigan mengatakan, pencabulan yang dilakukan pelaku RY (19) terhadap DP (korban) itu bermula dari media sosial.

Kemudian pelaku meminta korban untuk berbagi kontak WhatsApp dengan alasan agar lebih akrab. RY dengan menggunakan akun palsu berhasil menipu korban.

“Setelah akrab, korban diminta mengirimkan video onani kepada pelaku yang mengaku sebagai seorang perempuan,” ujar Siswo saat konferensi pers, Senin (21/6/2021).

Selanjutnya pelaku mengancam korban akan menyebar luaskan video tersebut jika korban tidak menuruti kemauan pelaku.

“Pada 30 April, korban dipaksa untuk datang ke rumah pelaku. Di lokasi tersebut korban dipaksa untuk melakukan video asusila dengan pelaku,” kata Siswo kepada wartawan.

Menurut keterangan yang diterima Satreskrim Polres Majalengka Polda Jabar, dari pengakuan pelaku, ia juga pernah mengalami perlakuan serupa.

“Pelaku pernah menjadi korban yang sama. Sehingga ada kemungkinan pelaku punya orientasi yang sama untuk melakukan hal yang sama kepada orang lain,” tutur Siswo.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Erdi A. Chaniago menambahkan di tempat terpisah, bahwa pada saat itu korban mendapatkan chat dari salah satu akun Instagram perempuan (dimana akun itu sebenarnya adalah RY) dan mengaku bernama Susan.

Akibat perbuatannya terhadap korban, pelaku inisial RY (19) itu dijemput paksa oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Majalengka Polda Jabar. Pelaku terancam mendekam di tahanan maksimal selama 15 (Lima belas) tahun penjara.

“Pelaku kami jerat dengan pasal 82 UU RI No 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atau UU RI No 23 Tahun 2002 dengan ancaman minimal 7 tahun hingga maksimal 15 tahun penjara,” tegasnya.****

Comments

comments