Sebagian Benteng Pabrik PT Sinar Agung Dibongkar Untuk Normalisasi Aliran Sungai

oleh

BANDUNG,- Benteng pabrik PT Sinar Agung, Majalaya, yang salahi aturan bangunan sempadan sungai, sebagian temboknya dibongkar oleh tim terpadu dari Sektor 4 Satgas Citarum Harum, BBWS Citarum dan Muspika Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, pada hari, Minggu (29/4/2018). Pembongkaran ini baru dilakukan sebagian dan berharap niat baik pihak perusahaan untuk menatanya secara swadaya.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan karya bakti yang dilaksanakan oleh jajaran Sektor 4 Satgas Citarum Harum bersama dengan jajaran Pemkab Bandung, BBWS Citarum dan tokoh serta warga masyarakat dalam rangka normalisasi DAS Citarum untuk mengurangi dampak banjir yang kerap wilayah Desa Padaulun dan Desa Biru, Kecamatan Majalaya.

“Ada 17 pabrik di wilayah Majalaya yang bangunannya menggunakan sempadan sungai, solusinya wajib dibongkar, tidak ada alasan lain lagi. Karena bangunan tersebut mempersempit dan menghambat aliran sungai,” tegas Camat Majalaya, Ajat Sudrajat, saat memberikan keterangannya kepada wartawan dilokasi pembongkaran tembok benteng PT Sinar Agung yang pembongkarannya menggunakan alat berat.

“Tindakan ini bagus dan merupakan tindakan terbaik,” imbuh Camat.

“Kita akan selalu berkoordinasi dengan Komandan Sektor 4 Satgas Citarum Harum, karena bangunan sempadan sungai itu ada aturannya. Jarak antara sungai induk atau anak sungai dengan bangunan,” ungkap Camat.

Pada pembongkaran tembok benteng tersebut hadir diantaranya Komandan Sektor 4 Satgas Citarum Harum Kolonel Inf Kustomo Tiyoso, Danramil Majalaya Kapten Inf Ano Andri, PPNS BBWS Citarum Joko Dwi Priyono, Camat Majalaya Ajat Sudrajat, Kepala Desa Biru Asep Zaki Kamil, Kepala Desa Padaulun Ayi Rukmana, tokoh masyarakat/agama setempat H Ayi Maksum Kamaludin, perwakilan perusahaan, serta awak media peliput termasuk wartawan yang tergabung didalam JPCH (Jurnalis Peduli Citarum Harum).

Pada waktu bersamaan, tampak warga masyarakat bersama dengan prajurit Siliwangi Sektor 4, bergotong royong membersihkan aliran air di pinggiran Jalan Laswi serta menata sempadan sungai dibelakang pabrik PT CBIP, Padaulun.

Kepala Desa Biru, Asep Zaki Kamil, dikesempatan terpisah mengungkapkan harapan dan dukungannya atas hadirnya Satgas Citarum Harum ini. “Kami mendukung pergerakan dari Satgas Citarum Harum, yang pada pekan ini akan berupaya menormalisasi aliran sungai, karena Desa Biru dan Desa Padaulun, dua desa yang ada di Majalaya sampai saat ini belum ada penyelesaiannya untuk mengatasi banjir,” ungkap Asep.

“Semoga dengan adanya gerakan ini, akan ada realisasinya. Sehingga banjir di Jalan Laswi tidak ada lagi. Apalagi sekarang, kelihatan dari seluruh institusi nampak, bergotongroyong dan masyarakat antusiasmenya juga besar,” harap Asep.

Diterangkan oleh Asep, “Kejadian banjir di Majalaya ini bukan baru setahun dua tahun, tetapi dari bertahun-tahun kebelakang yang belum pernah terselesaikan. Intinya, harapan kami kerja bersama ini tidak hanya normalisasi saja, tapi mungkin pelebaran dan pengerukan sungai agar banjir tidak terjadi lagi, dan banjir tertuntaskan di program ini. Karena menanggulangi banjir yang juga berdampak ke jalan-jalan desa tidak cukup bila mengandalkan dana desa,” terang Asep panjang lebar.

Kepala Desa Padaulun, Ayi Rumana, ditempat yang sama menjelaskan, “Dulu dibawah tahun 1984, Majalaya di daerah Padaulun dan Cidawolong tidak ada banjir, jika sekarang banjir ada penyebabnya,” ujar Ayi. “Menurut saya mungkin itu ulah masyarakat juga serta faktor alam dan dampak modernisasi. Saat ditelusuri, salasatunya adalah kesadaran masyarakat dalam membuang sampah rumah tangga. Contohnya saja sampah pampers yang dibuang masyarakat ke aliran sungai. Warga kami ada 49 RT, jika di satu RT saja membuang sampah pampers sebanyak 10 buah dikalikan 49 RT, sudah ratusan pampers,” keluhnya.

“Dengan adanya Satgas Citarum Harum ini, diharapkan kerjasama pembinaan kepada masyarakat bisa lebih efektif,” ujarnya.

Program Citarum Harum ini juga menurut pengakuan Ayi Rukmana mendapat respon positif dari warga masyarakat. “Semoga dengan program ini, banjir di wilayahnya bisa berkurang, dan warga juga menyambut baik tentara Siliwangi yang tinggal di desanya,” pungkas Ayi Rukmana.

Untuk menata sampah buangan warga, dijelaskan oleh Ayi bahwa kini pihaknya sedang persiapkan menambah bak-bak sampah dilingkungannya.

Program normalisasi aliran sungai untuk menanggulangi banjir oleh Satgas Citarum Harum Sektor 4 di wilayah Majalaya ini juga mendapat sambutan dari tokoh agama setempat, H Ayi Maksum Kamaludin. “Saya sangat merespon positif Program Citarum Harum ini, berharap terus berkesinambungan dan tidak sebatas sekarang saja. Apa yang dilaksanakan sekarang ada realisasinya,” ungkap H Ayi Maksum dihadapan wartawan.

Ia juga menghimbau agar warga masyarakat ikut mensukseskan Program Citarum Harum dengan tidak membuang sampah sembarangan, “Mudah-mudahan dengan program ini, walau tidak sekaligus, step by step, banjir bisa ditanggulangi,” harapnya.

Komandan Sektor 4 Satgas Citarum Harum, Kolonel Inf Kustomo yang pada saat itu sibuk meninjau lokasi kegiatan normalisasi aliran sungai. mengungkapkan bahwa pihaknya bersama stakeholder yang lain berupaya agar bisa menanggulangi banjir di wilayah Majalaya. “Saya juga berterimakasih kepada BBWS yang menurunkan bantuan alat beratnya pada kegiatan ini,” ucapnya.

Terkait limbah industri yang menjadi temuan pihaknya, dikatakan oleh Kolonel Inf Kustomo, “Saya laporkan setiap pembuangan limbah industri yang diduga tidak melalui pengolahan yang baik kepada Pangdam Siliwangi selaku Wakil Komandan Satgas Citarum bidang pengendalian ekosistem dan Menko Maritim dan disampaikan kepada pihak yang berwenang untuk ditindaklanjuti,” jelas Kustomo. [St]

Komandan Sektor 4 Satgas Citarum Kolonel Inf Kustomo Tiyoso pada kegiatan normalisasi sempadan sungai di wilayah Desa Padaulun Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung.
Komandan Sektor 4 Satgas Citarum Kolonel Inf Kustomo Tiyoso pada kegiatan normalisasi sempadan sungai di wilayah Desa Padaulun Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung. Minggu (29/4/2018).

Comments

comments