Rio de Janeiro, sorotindonesia.com – Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, menyampaikan pidato berapi-api dalam Rapat Pleno KTT BRICS 2025, dengan menyatakan bahwa aliansi tersebut lebih dari sekadar blok ekonomi. Menurutnya, BRICS adalah manifestasi modern dari semangat Konferensi Asia-Afrika atau Konferensi Bandung 1955.
Pernyataan tegas ini disampaikannya di Gedung Museum Seni Modern, Rio de Janeiro, pada Minggu (6/7/2025). “BRICS adalah manifestasi dari gerakan non-blok Bandung. BRICS menghidupi semangat Bandung, menolak dominasi kekuatan besar dunia,” kata Lula, seperti dilansir Antara.
Dalam pidatonya, Lula menyoroti kondisi geopolitik global yang dinilainya telah menyimpang dari semangat perdamaian. Ia mengkritik runtuhnya multilateralisme secara drastis, bahkan saat dunia baru saja memperingati 80 tahun berdirinya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 26 Juni lalu. Lula menyebut, banyak negara anggota BRICS yang merupakan pendiri PBB kini justru merasa terpinggirkan dari proses pengambilan keputusan global.
Ia kemudian menarik garis sejarah ke Konferensi Bandung yang lahir satu dekade setelah PBB, sebagai bentuk penolakan atas pembagian dunia oleh kekuatan-kekuatan besar dan sebagai perjuangan untuk tatanan dunia yang lebih adil dan multipolar.
“BRICS adalah pewaris gerakan non-blok, dan kini saatnya mengukuhkan posisi kita di peta global,” tutup Lula, yang disambut dengan hangat oleh para delegasi yang hadir.

