Satreskrim Polres Subang Polda Jabar Berhasil Ringkus Enam Remaja Pelaku Pengeroyokan di SPBU

oleh -
Satreskrim Polres Subang Polda Jabar Berhasil Ringkus Enam Remaja Pelaku Pengeroyokan di SPBU
Kapolres Subang Polda Jabar AKBP Aries Kurniawan Widiyanto saat menggelar konferensi pers dengan menghadirkan para pelaku pengeroyokan, Kamis (25/3/2020). [Foto: BidHumas]

SUBANG,- Enam remaja diringkus Satreskrim Polres Subang Polda Jabar, penyebabnya, mereka mengeroyok seorang warga di SPBU Jalan Raya Pantura Subang, Desa Gempolsari, Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang.

Korbannya adalah Erik Hariyanto (18), warga Desa Gempolsari, Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang. Erik menjadi korban pengeroyokan pada hari, Kamis tanggal 11 Maret 2021 lalu, sekitar pukul 23.30 WIB.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Erdi A. Chaniago S.I.K., M.Si., mengatakan bahwa ke enam pelaku pengeroyokan tersebut diantaranya inisial SP (18), warga Desa Karangjaya, Kecamatan Blanakan; MY (18), RF (17), JD (16), warga Desa Ciasem Tengah, Kecamatan Ciasem, NA (19), warga Desa Ciasem Baru, Kecamatan Ciasem; dan RK (15), warga Desa Sukamandijaya, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang.

Kapolres Subang Polda Jabar AKBP Aries Kurniawan Widiyanto didampingi Kasat Reskrim Polres Subang Polda Jabar AKP Muhammad Wafdan Muttaqin menyampaikan pada giat konferensi pers bahwa malam itu korban sedang di SPBU Gempolsari.

Tiba-tiba, melintas para pelaku yang menggunakan sepeda motor berboncengan. “Para pelaku berhenti dan melakukan pengeroyokan menggunakan senjata tajam hingga tubuh korban terluka,” ucap Kapolres di Mapolres Subang, Kamis (25/3/2021).

Setelah melakukan pengeroyokan tersebut, kata Kapolres, rombongan pelaku melarikan diri ke arah Patokbeusi Subang. Korban pun harus mendapat pertolongan medis atas luka yang dideritanya.

Korban selanjutnya lapor polisi. Tidak lama, Jumat, 12 Maret 2021, sekira pukul 01.00 WIB atau 1,5 jam kemudian, anggota Unit 1 Resum patroli menemukan sekelompok orang.

“Saat itu, sekelompok orang tersebut sedang berada di sekitar Bendungan Cijengkol dan tertangkap tangan sedang berkumpul dan membawa senjata tajam,” ujar Kapolres.

Tim dapat informasi jika sebelumnya telah terjadi pembacokan di wilayah Perbatasan Ciasem-Patokbeusi. Setelah diperiksa, rupanya mereka merupakan para pelaku pengeroyokan tersebut.

“Di lokasi berhasil ditemukan delapan buah senjata tajam berbagai jenis. Senjata tajam berbagai jenis dengan tujuan digunakan sebagai alat untuk melakukan penyerangan,” ujarnya.

SP, MY, NA, RF, JD dan RK dijerat Pasal 2 ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951 tentang tindak pidana kepemilikan senjata tajam dengan ancaman pidana paling lama 10 tahun penjara.

Untuk, SP dan RK dijerat Pasal 170 KUHPidana tentang Tindak Pidana Pengeroyokan dan Pembacokan dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.****

Comments

comments