Polisi Gulung Komplotan Pencuri Modus Gembos Ban

oleh -
Polisi Gulung Komplotan Pencuri Modus Gembos Ban
Wakapolresta Bandung Polda Jabar AKBP Dwi Indra Laksmana menjinjukkan barang bukti dan hasil kejahatan pelaku pada konferensi pers, Selasa (11/5/2021). [Foto: BidHms]

BANDUNG,- Sat Reskrim Polresta Bandung Polda Jabar berhasil menggulung empat tersangka kasus tindak pidana pencurian dengan modus gembos ban yang terjadi di Jl. Raya Garut – Bandung, yang salasatu aksinya dilakukan di depan Bank BRI Haurpugur, Desa Nanjung Mekar, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Kapolresta Bandung Polda Jabar Kombes Pol Hendra Kurniawan melalui Waka Polresta Bandung AKBP Dwi Indra Laksmana saat menggelar konferensi pers mengatakan bahwa kejadian tersebut terjadi pada tanggal 6 Mei 2021 sekira pukul 12.35, dimana yang menjadi korban adalah nasabah yang baru saja mengambil uang di salasatu Bank.

“Pelaku ini mengincar korban yang salah satunya nasabah yang baru saja mengambil uang di salah satu bank,” kata Indra di Mapolresta Bandung, Selasa (11/5/2021).

Ia menambahkan, pelaku sebelum melakukan aksinya adalah dengan cara memantau di salasatu perbankan. Kemudian seorang pelaku masuk kedalam Bank, setelah melihat korban membawa tas berisikan uang tunai, para pelaku membuntutinya hingga ke tempat kejadian perkara.

“Setelah pelaku lihat korban membawa uang, salasatu pelaku yang di luar memasang paku di ban sebelah kiri, agar saat ban kempes mereka bisa melakukan aksinya,” ujarnya.

“Melihat kendaraan yang dibawa korban menepi karena bannya kempes, para pelaku langsung melakukan aksinya. yakni menggondol uang tunai sebesar Rp 250 juta,” ujar

Setelah mendapat laporan dari korban, Polisi langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran kepada tersangka A, AM, HY dan APH dengan waktu dan lokasi yang berbeda.

Terpisah, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Erdi A. Chaniago S.I.K., M.Si., menambahkan bahwa dari keempat tersangka ini, salasatunya ada yang kami tangkap di daerah Palembang, Sumatera Selatan, dan tersangka ini adalah residivis.

“Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara paling lama 7 tahun,” tegasnya.*****

Comments

comments