TANGERANG SELATAN, sorotindonesia – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menargetkan lebih dari 300 ribu pelajar, mulai dari tingkat SD hingga SMA, untuk menjalani program Cek Kesehatan Gratis (CKG) secara menyeluruh langsung di sekolah masing-masing. Program ini resmi dimulai di SMAN 6 Tangsel pada Senin (4/8/2025) dan ditargetkan rampung sebelum Desember 2025.
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menjelaskan bahwa program “jemput bola” ini akan menyasar total 963 sekolah di seluruh wilayah Tangsel. “Sasaran muridnya untuk SD ada 162.000 lebih, jenjang SMP ada 70.829 siswa, dengan SMA ada 68.760 siswa yang akan kita jaring,” ujar Benyamin.
Pemeriksaan kesehatan ini akan dilaksanakan oleh petugas medis dari Puskesmas yang datang langsung ke sekolah-sekolah. Menurut Benyamin, pengecekan di sekolah justru lebih komprehensif dibandingkan pemeriksaan biasa, karena menyertakan tes kebugaran seperti lari jarak pendek, di samping pemeriksaan umum lainnya seperti penglihatan dan pendengaran.
Benyamin juga memastikan adanya jaminan penanganan lanjutan bagi siswa yang ditemukan memiliki masalah kesehatan.
“Siswa yang tidak sehat akan dirujuk ke Puskesmas terdekat. Akan kita tangani dengan tentunya biaya dari pemerintah daerah. Catatannya, nanti medical record-nya sangat penting di bawa ke Puskesmas terdekat,” jelasnya.
Melalui program ini, Pemkot Tangsel berharap dapat meningkatkan kesadaran hidup sehat sejak dini serta memperkuat data kesehatan pelajar sebagai upaya deteksi dini penyakit di kalangan generasi muda.

