Pemkot Banjar Pertimbangkan Anggaran Rapid Test Bagi Siswa Dan Guru

oleh -

KOTA BANJAR, (SI) — Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka yang rencananya akan dimulai bulan September 2020 mendatang, mendapat sambutan baik dari masyarakat.

Namun orang tua siswa masih bertanya tanya tentang adanya rapid test bagi guru dan siswanya. Guru dan siswa sebelum dimulainya belajar tatap muka harus terlebih dahulu melaksanakan rapid test.

Pemerintah Kota Banjar melalui Wakil Walikota Banjar, H. Nana Suryana, menjelaskan bahwa sekolah yang akan melaksanakan belajar tatap muka, semuanya sudah mempersiapkan Standar Operasional Pembelajaran (SOP), diantaranya sekolah sudah menyediakan tempat cuci tangan, hand sanitizer, guru dan siswa pakai masker serta jaga jarak saat pelaksanaan pembelajaran tatap muka.

“Standar oprasional pembelajaran di sekolah sudah disiapkan,” ucap Nana, Sabtu, (22/08/2020).

Sementara Surat SKB dari 4 menteri menerangkan, bagi sekolah diperbolehkan melaksanakan belajar tatap muka, tapi terlebih dahulu harus dilakukan rapid test kepada guru dan para siswanya.

Sedangkan Pemerintah Kota Banjar terkait dengan rapid test ini tidak ingin membebani orang tua siswa. Untuk itu, di Kota banjar sendiri belum memutuskan untuk melaksanakan rapid test kepada guru dan siswa.

“Pemerintah masih mendiskusikan tentang rapid test itu,” ucap H. Nana Suryana.

Selanjutnya H.Nana Suryana mengatakan bahwa pihaknya masih mempertimbangkan biaya rapid test bila ditanggung pemerintah, mampu atau tidak bila anggaran APBD Kota Banjar untuk meng-cover semua guru dan siswa se-Kota Banjar untuk melakukan rapid test.

“Anggaran APBD Kota Banjar mampu atau tidak untuk melakukan rapid test kepada guru dan siswa se-Kota Banjar. Sampai saat ini masih dirapatkan, belum ada keputusan,” ucap Wakil Walikota Banjar H. Nana Suryana. (Man)

Wakil Walikota Banjar, H. Nana Suryana.

Comments

comments