PCNU Kota Semarang Gelar Pelantikan Dan Muskercab, KH Miftachul Akhyar : NU Harus Melahirkan Kader-kader Mujaddid

oleh -
PCNU Kota Semarang Gelar Pelantikan Dan Muskercab

SEMARANG – PCNU Kota Semarang menggelar Pelantikan dan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) di Masjid Al-Muhajirin, Perumahan Jatisari Mijen, Semarang, Selasa (5/6/2021) malam.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rois Suriyah PBNU KH. Miftachul Akhyar dan Ketua PWNU Jawa Tengah KH. Muzzamil untuk melantik PCNU Kota Semarang periode 2021-2026.

Turut hadir pula dalam acara tersebut Rektor Unwahas, Rektor UIN Walisongo Semarang dan para akademisi serta undangan dari berbagai ormas Kota Semarang.

Tak ketinggalan Walikota Semarang, Hendrar Prihadi, yang hadir melalui zoom karena sedang berada di Papua mendampingi atlet PON asal Semarang.

Seusai pelantikan, KH. Miftachul Akhyar menyampaikan orasi tentang visi NU menjelang usia satu abad. Dia menegaskan bahwa NU harus melahirkan kader-kader mujaddid (pejuang) untuk membangun bangsa.

Rois Suriyah PBNU KH. Miftachul Akhyar.

“Menjelang satu abad NU (Nahdlatul Ulama), perlu kader-kader terbaik yang siap membangun bangsa dan organisasi. Kita perlu melakukan ijtihad kaderisasi untuk memenuhi tuntutan zaman dengan mencetak generasi emas di satu abad NU mendatang,” urainya dalam orasi.

Kyai yang juga menjadi ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini juga menyinggung bonus demografi yang diterima oleh bangsa Indonesia. Menurutnya, jika generasi milenial yang mendominasi populasi bangsa tida memiliki spiritualitas dan akhlaqul karimah, maka bukan kejayaan yang diraih bangsa ini, tapi kemiskinan.

“Tugas kita saat ini adalah mengawal generasi milenial yang akan kita terima sebagai bonus demografi dan membawa pada gerbang pencerahan melalui pendidikan berkualitas dengan kecerdasan spiritual,” ucapnya.

Kyai Miftah menegaskan bahwa NU harus menata kader agar cita-cita NU tercapai.

“Kita jangan menciptakan kader-kader yang merasa ‘mapan’, karena kader-kader yang merasa mapan maka dengan sendirinya akan berhenti berjuang. Kita harus melahirkan kader-kader pejuang demi kamajuan bangsa,” teriaknya dalam orasi.

“Dengan demikian, NU akan menjadi cahaya bangsa, seperti mukjizat tongkat Nabi Musa, NU akan menjadi organisasi yang membasmi kedzoliman seperti yang diharapkam oleh KH. Kholil Bangkalan,” imbuhnya.

Kyai Miftachul Akhyar mengingatkan kembali khittah organisasi NU yang berdiri berdasarkan visi pendidikan, kemandirian, dan kebangsaan.

“Selain itu, visi NU sesuai dengan khitahnya adalah organisasi yang mensejahterakan umat melalui visi pendidikan, kemandirian, dan kebangsaan,” tutupnya.

Walikota Semarang, Hendrar Prihadi, yang saat pelantikan dilaksanakan masih berada di Papua menemani atlet Kota Semarang menjalani pertandingan menyampaikam sambutan melalui zoom.

Pria yang akrab disapa Hendi itu menyampaikan harapannya kepada kepengurusan PCNU Kota Semarang periode 2021-2026 mampu membantu program-program prioritas Pemkot, utamanya yang mendesak adalah penanganan dampak covid-19 dan percepatan vaksinasi.

Hendi juga mengingatkan usaha bersama untuk mengakhiri pandemi. Dia katakan adanya penurunan jumlah penderita Covid-19 di Kota Semarang karena adanya kesadaran dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Alhamdulillah, saat ini menjadi disiplin bermasker,” ucapnya menyambut peserta pelantikan yang serempak memakai masker.

Hendi menyebut peran NU dalam membimbing warganya untuk mengikuti vaksinasi memiliki andil besar dalam penurunan angka paparan covid-19.

“Terus yang asalnya tidak mau divaksin sekarang mau divaksin, warga berbondong-bondong mau divaksin, malah vaksinnya kurang karena syarat untuk mendapatkan BST (Bantuan Sosial Tunai) harus divaksin,” candanya.

“Saya yakin karena di dalam pelantikan NU ini semua tertib di dalam menerapkan protokol kesehatan. Insyaallah tidak ada gelombang ketiga Covid, yang ada adalah gelombang cinta,” harapnya.

Walikota semarang kemudian menyampaikan peranan NU dalam hal kerukunan. Hendi percaya pada para tokoh NU mampu menebar virus cinta.

Dijelaskan Hendi, gelombang cinta yang ia maksudkan adalah cinta terhadap ulama, cinta Nahdlatul Ulama, dan cinta terhadap Kota Semarang.

“Mari kita munculkan gelombang cinta untuk membangun NU yang lebih baik di Kota Semarang,” ajaknya.

Selain itu, virus cinta yang dia maksud juga berarti selalu menjaga persaudaraan di tengah-tengah warga Kota Semarang yang memiliki perbedaan kepercayaan dan keyakinan.

Comments

comments