Terkait hadirnya sejumlah tokoh Perempuan Bangsa (badan otonom PKB) dalam deklarasi tersebut, ia menyatakan PB mendukung penuh, namun tidak menjadi inisiator lahirnya tim pemenangan karena semua elemen tersebut yang menginginkan terbentuknya tim pemenangan. “Dari Perempuan Bangsa kemarin memang mensupport terus kemudian mendorong untuk mengadakan kegiatan secara formalnya, tetapi untuk pembentukannya sebenarnya sudah hampir sebulan ini kita galang, tapi baru hari ini kita deklarasikan,” urainya.
“Saya tentu seneng, dan semakin bersemangat dengan adanya dukungan ini. Ini menjadi pelecut bagi saya untuk mengikuti proses selanjutnya. Karena proses Pilwalkot ini tahapannya kan panjang. Ini kita masih nunggu rekomendasi dari partai (PKB),” ucapnya.
Setelah mendapatkan rekomendasi dari DPP PKB, lanjutnya, maka langkah selanjutnya menentukan koalisi karena PKB cuma mendapat 5 kursi DPRD Kota Semarang pada pemilihan legislatif yang digelar pada 14 Februari lalu.
Ia menjawab optimis ketika ditanya tentang peluang dirinya dalam bersaing mendapatkan surat rekomendasi dari DPP PKB sebagai calon wakil wali kota Semarang.
“Saya optimis karena saya kader partai (PKB,-red), dan tentu saya melangkah tidak karena keinginan saya semata-mata tetapi juga karena dorongan dari banyak pihak, termasuk kegiatan hari ini support dari para senior, dari DPP (Perempuan Bangsa) juga luar biasa. Termasuk ini tadi ketua Perempuan Bangsa sudah datang dari Jakarta untuk memberikan motivasi kepada tim pemenangan kami,” tegasnya.
Koordinator Sahabat Mbak Iin, Atatin Malihah menambahkan, alasan dukungan terhadap Tazkiyatul Muthmainnah untuk maju sebagai calon wakil wali kota Semarang telah tertuang dalam salah satu poin naskah deklarasi. Yakni; hanya mbak Iin yang mampu membawa masyarakat kota Semarang untuk maju, berdaya dan sejahtera.
“Harapan warga kota Semarang untuk lebih maju dan sejahtera akan mudah terwujud ketika Mbak Iin menjadi wakil wali kota Semarang,” jawabnya.






