JAKARTA, sorotindonesia.com – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri akhirnya mengumumkan Mahfud MD sebagai bakal Cawapres mendampingi Ganjar Pranowo di kontestasi Pilpres 2024 mendatang.
Pengumuman ini dilaksanakan di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta, Rabu (18/10/2023), yang tampak dihadiri oleh pimpinan partai koalisi yang telah memberikan rekomendasi, yakni Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, Plt Ketua Umum PPP, Muhammad Mardiono, Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang, Ketua Umum Perindo, Hary Tanoesoedibjo, serta jajaran TPN antara lain Arsjad Rasjid, Andika Perkasa, TGB M Zainul Majdi, juga Puan Maharani dan Prananda Prabowo.
Datang mengenakan pakaian bernuansa hijau, Mahfud MD yang memiliki nama lengkap Prof. Dr. H. Mohammad Mahfud Mahmodin, S.H., S.U., M.I.P., adalah putra Jatim kelahiran Sampang, yang kini menjabat Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia.
Memiliki segudang pengalaman di legislatif, eksekutif dan yudikatif, tokoh nasional mantan Ketua Mahkamah Konstitusi periode tahun 2008-2013 ini menyatakan kesediaannya untuk menjalankan amanah mengikuti kontestasi Pemilu 2024 yang dikatakannya secara tegas pada kesempatan pidato perdananya sebagai bakal Cawapres dari Ganjar Pranowo.
Ini Isi Pidato Mahfud MD
Terimakasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya untuk mendampingi Calon Presiden Bapak Ganjar Pranowo, adalah kehormatan dan kebanggaan saya diberi amanah dan tanggung jawab yang besar dan mulia bersama Mas Ganjar untuk meneruskan cita-cita Bung Karno dan para pendiri bangsa Indonesia lainnya untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil, makmur dan sejahtera.
Bung Karno dan Bung Hatta telah mengantarkan Bangsa Indonesia ke pintu gerbang emas kemerdekaan Republik Indonesia, Mas Ganjar dan saya bersama-sama seluruh rakyat Indonesia akan melanjutkan upaya mewujudkan cita-cita menuju Indonesia Emas tahun 2045. Cita-cita Indonesia menjadi bangsa yang maju, adil dan beradab dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045 akan terwujud jika kita memenuhi sejumlah syarat, yakni ideologi bangsanya kokoh, ekonominya baik, hukum dan keadilannya ditegakkan, politiknya demokratis, budaya gotong royongnya hidup, serta mengedepankan persaudaraan.
Jika penegakkan hukum dilakukan dengan benar, maka setengah masalah dari bangsa ini Insya Allah tuntas. Kalau hukumnya bagus, maka segala aspek kehidupan masyarakat akan bagus juga, misalnya di bidang sosial, politik, budaya, pertahanan keamanan dan ekonomi. Prioritas pemberantasan korupsi, kepastian hukum dan konsistensi dalam implementasi penegakannya, memberi jaminan bagi investasi dan pembangunan ekonomi serta memberi perlindungan kepada masyarakat. – Mahfud MD
Dalam pembangunan politik, negara kita menganut demokrasi, dimana kekuasaan berada di tangan rakyat. Dalam implementasinya demokrasi membutuhkan nomokrasi. Demokrasi adalah kedaulatan rakyat, sedangkan nomokrasi adalah kedaulatan hukum. Demokrasi tanpa nomokrasi akan anarkis, sementara nomokrasi tanpa demokrasi akan sewenang-wenang, sehingga keduanya harus berjalan seiring dan seimbang.
Demokrasi menghargai perbedaan, dan perbedaan itu fitrah ciptaan Tuhan, perbedaan antar manusia baik ras, suku maupun agama, itu karena diciptakan dan dikehendaki oleh Tuhan sendiri. Kalau Allah mau, semuanya itu diciptakan hanya satu jenis, tidak berbeda-beda, tapi saya (Tuhan) yang menyebabkan kamu berbeda-beda agar kamu semua berlomba-lomba untuk berbuat kebajikan. Itu firman Tuhan.
Indonesia yang beragam membutuhkan toleransi dan akseptasi. Akseptasi maknanya semua anak bangsa bisa bergabung dan bekerjasama dalam keyakinannya masing-masing. Kita semua ketemu dalam prinsip kalimatun sawa, yaitu memperjuangkan sesuatu yang sama dalam suatu perbedaan. Tidak perlu menajamkan perbedaan diantara kita yang memang sejatinya tidak bisa disatukan dalam semua hal, yang sama atau dalam kalimatun sawa yang pasti disetujui oleh setiap orang apapun ras dan kelompoknya adalah keadilan, pasti disetujui oleh siapapun, apapun agamanya pasti setuju pada penegakan hukum dan keadilan.
Perlindungan pada masyarakat lemah dan perlindungan serta rasa kasih sayang kepada wong cilik, saya berkeyakinan, Mas Ganjar adalah figur yang tepat memimpin Bangsa Indonesia untuk mewujudkan semua cita-cita yang saya sebutkan tadi, mempercepat dan melanjutkan program pembangunan yang sudah baik. Tentu memperbaiki juga yang keliru, dan melakukan inovasi-inovasi baru sesuai perkembangan zaman dengan tetap berpegang pada konstitusi.
Saya sudah lama mengenal Mas Ganjar, pada tahun 2004 sampai tahun 2008 kami bersama-sama menjadi anggota DPR RI, kami berdua kerap berdiskusi bahkan saling mengunjungi ketika Mas Ganjar Pranowo memimpin Jawa Tengah dan saya menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi. Karena itu, saya tau persis Mas Ganjar adalah figur pemimpin yang merakyat dan berani, berani memperbaiki yang bengkok, berani menerima kritik dan berani memperjuangkan nilai-nilai politik yang diyakini benar. Saya tau juga Mas Ganjar dari keluarga muslim yang taat yang selalu komitmen menjalankan amanah yang diberikan kepadanya, amanah dari orang tuanya, amanat dari para kyainya, dan terutama amanat dari rakyat.
Terakhir bapak ibu sekalian, saat ini saya mengemban amanat sebagai Menko Polhukam RI, yang tugasnya antara lain memastikan pemilu berjalan lancar dengan aman. Karena tugas saya itu, maka selama ini saya tidak pernah sekalipun menyatakan akan ikut dalam kontestasi pemilu, saya juga tidak pernah berkampanye, memasang spanduk dan lain-lain, baru kali inilah yang pertama saya menyatakan bersedia menjadi calon wakil presiden RI, karena amanah yang sudah diberikan oleh Ibu Megawati bersama para pimpinan partai dan disaksikan oleh semua.
Bagi yang selama ini menunda untuk menentukan pilihan karena menunggu kepastian dari saya, maka saat ini saya menyatakan saya bersedia untuk ikut kontestasi. Bersama Mas Ganjar saya akan mendedikasikan diri semua kemampuan saya, ilmu saya, pengetahuan saya, ketegasan dan keteguhan sikap saya serta keberanian-keberanian yang selama ini saya usahakan untuk selalu ditunjukan kepada bangsa dan negara Indonesia.
Tentu saya juga mengucapkan terimakasih kepada Bapak Presiden Joko Widodo yang telah memberikan kesempatan kepada saya selama ini untuk berkhidmat kepada pemerintahan dengan leluasa, sehingga bisa ikut membangun bangsa dan negara. Insyaallah, dan ridho Allah SWT, langkah kita dalam mewujudkan Indonesia sejahtera lahir batin, adil dan makmur akan mendapatkan jalannya.*






