Mabes Polri Ajak Pengrajin Senapan Angin Jangan Terjebak Iming – Iming

oleh -
Kasubdit II Dit Kamneg BIK Polri Kombes Pol Dr. H. Kasmen ME saat memimpin langsung kegiatan silaturahmi dan sosialisasi dengan pengrajin senapan angin di Kampung Galumpit, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jumat (25/3/2022). [foto: dok./bidhmsjbr]

KAB. BANDUNG – Guna mengantisipasi penyalahgunaan senapan angin, tim Mabes Polri melakukan sosialisasi dan silahturahmi dengan para pengrajin senapan angin di Kampung Galumpit, Desa Cileunyi Kulon, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Kasubdit II Dit Kamneg BIK Polri Kombes Pol Dr. H. Kasmen ME saat memimpin langsung kegiatan tersebut mengatakan, pihaknya memberikan pembinaan kepada para pengrajin senapan angin di Galumpit Kabupaten Bandung agar tidak terjebak dalam iming – iming pembuatan senjata api rakitan.

“Silahturahmi dan sosialisasi ini kami memberikan pembinaan kepada para pengrajin agar tidak membuat senapan angin diluar ketentuan,” katanya, Jumat (25/3/2022).

Menurutnya, ketentuan yang diperbolehkan dalam pembuatan senapan angin adalah kaliber 4.5 mm dan diperuntukan khusus atlit pemula Perbakin.

“Karena senapan angin yang dibolehkan adalah kaliber 4.5 mm dan digunakan untuk atlit pemula Perbakin, bukan untuk pemburu hewan atau membunuh hewan yang dilindungi,” ujarnya.

Perlu diketahui, untuk mengedukasi dan menyosialisasikan aturan hukum kepada masyarakat, bahwa senapan angin digunakan sebagai alat olahraga dan telah diatur dalam Perpol No.1 Tahun 2022.

“Bentuk perijinannya produksi senapan angin kaliber 4.5 mm harus ada ijin produksi yang diterbitkan oleh Baintelkam Mabes Polri, dan kalau ada yang membuat 5.5 mm itu berarti melanggar aturan,” kata Kasmen.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Ibrahim Tompo S.I.K., M.Si., mengatakan bahwa silaturahmi dan sosialisasi yang dilakukan Mabes Polri kepada pengrajin senapan angin, agar tidak terjebak dan membuat senapan angin di luar ketentuan.

“Semua ketentuan harus ditaati agar tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain,” ungkap Ibrahim Tompo.

“Jadi, kalau POLRI dalam hal ini dari sisi pengawasan senjata api dan senapan angin selalu berupaya melakukan sosialisasi silahturahmi dengan para pengrajin supaya tidak terjebak dalam membuat senapan angin yang diluar ketentuan,” pungkasnya.

Kegiatan silahturahmi dan sosialisasi yang dilakukan Mabes Polri ini, Kasmen berharap dapat meminimalisir atau mencegah peredaran dan perakitan senjata api ilegal serta melarang membuat laras panjang yang melebihi kaliber 4.5mm agar tercipta situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.***

Comments

comments