Kampung Daun Di Masa Pandemi, Asri Dan Nyaman Dengan Protokol Kesehatan

oleh -
Kampung Daun Di Masa Pandemi, Tetap Asri Dan Nyaman Dengan Protokol Kesehatan

PARONGPONG, sorotindonesia.com,- Restoran Kampung Daun di masa pandemi Covid-19 ini ternyata selain suasananya makin indah, juga semakin nyaman dan aman dengan penerapan protokol kesehatan dan berimbas terhadap sentuhan teknologi modern yang berpadu dengan suasana alam yang asri, udara yang segar dan sejuk, dihiasi pemandangan beragam pepohonan rindang dan aliran sungai dan air terjun mini alami yang berasal dari gunung.

Sejak dibuka kembali beberapa bulan lalu setelah Jawa Barat memberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), restoran berkonsep saung ini menjadi destinasi primadona bagi para pelancong dari luar kota dan lokal.

Betapa tidak, Kampung Daun ini menawarkan wisata kuliner menu hidangan khas Sunda yang lezat, juga sekaligus kita bisa menikmati wisata alam didalam kawasannya.

“Untuk masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) ini, banyak yang berbeda dibandingkan saat awal merebaknya Covid-19, terutama sistem,” kata Ari, General manager Kampung Daun yang lokasinya berada di Jl. Sersan Bajuri Km 4.7, Cihideung, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat.

“Mulai dari gerbang masuk, kita menyediakan wastafel, dan kita pakai disinfektan embun,” tambahnya.

Menariknya, wastafel ini ternyata tidak hanya ada di gerbang masuk, tapi kini di setiap saung yang berjumlah 47 disiapkan wastafel. Tujuannya tentu agar para penikmat kuliner tidak antri untuk sekedar mencuci tangan. Itu pun menggunakan sistem touchless, alias keran sensor. Cukup menjulurkan tangan kita ke arah mata keran, air dengan sendirinya akan mengalir keluar.

“Ya, dulu kita memasang satu wastafel untuk 3 saung, kini tiap saung ada wastafel, dan semuanya menggunakan sensor,” terang Ari.

Untuk penyajian hidangan, mungkin ada sebagian masyarakat yang belum tau, di Kampung Daun hidangan yang disajikan dalam kondisi tertutup menggunakan wrap. Menjadi lebih higienis. Satu hal lagi, ada mesin pencuci alat makan yang panasnya hingga seratus derajat celcius.

Usai pengunjung menikmati hidangan dan pulang, ada petugas yang membereskan saung sambil menyemprotkan spray disinfektan di seluruh area saung.

Lalu, bagaimana kalau pengunjung ingin ke kamar kecil atau toilet? Nah ini dia, untuk urusan air, semuanya sudah touchless. Di dalam kamar kecil ada layar kecil dan tombol sensor yang jika kibaskan tangan, air flush akan keluar dengan sendirinya.

“Untuk kenyamanan pengunjung, toilet pun semuanya touchless, dan juga transaksi dengan sistem cashless. Makanan yang datang ke saung juga di wrap, terus sendok piring kita cuci dengan air panas 100 derajat,” jelas Ari.

“Ya, kami harap tamu merasakan secure datang ke kita,” harap Ari.

Kenyataannya, meski ketat dalam penerapan protokol kesehatan, ternyata tidak mengurangi minat para pengunjung ke Kampung Daun.

Hal ini juga diungkapkan oleh Ari, “Tamu lumayan baik responnya. Mungkin tamu merasa percaya datang kesini. Jadi dengan penerapan protokol kesehatan ini┬áberbanding lurus dengan sales,” ujarnya.

Satu hal lagi yang menarik, ternyata Kampung Daun tidak melulu mengejar kuantitas tamu pada masa pandemi ini. Karena untuk saat sekarang Kampung Daun tidak membuka seluruh saungnya.

“Ya, sesuai kebijakan manajemen, dari total 47 saung, yang dibuka 25 saung saja,” ungkap Ari. “Kalau jumlah kunjungan jadi lebih sedikit dibandingkan saat kondisi normal, itu sudah pasti. Tetapi kita ingin keamanan dan kenyamanan tetap terjaga,” pungkasnya.

Oleh karena itu, pengunjung yang ingin datang ke restoran yang asik ini, sebaiknya bisa melakukan reservasi terlebih dahulu melalui IG Kampung Daun.

Oya, jangan lupa juga menggunakan masker saat masuk ke kawasan. Karena bila tidak menggunakan masker, totally tidak diizinkan masuk.

[st]

Comments

comments