Hotel Kristalia, Salasatu Hotel Bintang Dua Di Bandung yang Mulai Bergeliat

oleh -
Hotel Kristalia, Salasatu Hotel Bintang Dua Di Bandung yang Mulai Kembali Bergeliat

BANDUNG,- Pelaku usaha pariwisata adalah salasatu sektor yang sangat terdampak selama adanya pandemi global Covid-19. Terlebih dengan adanya kebijakan pemerintah terkait PPKM Darurat yang dimaksudkan guna menekan penyebaran virus berbahaya tersebut agar tidak semakin meluas di tengah masyarakat.

Salasatu pelaku usaha pariwisata khususnya di Kota Bandung yang “berdarah” atau mengalami perlambatan adalah bisnis perhotelan. Tidak sedikit hotel yang akhirnya harus tutup sementara, terutama di kelas bintang dua. Hal ini dipengaruhi pembatasan kegiatan masyarakat, diantaranya kebijakan penutupan sejumlah destinasi wisata.

Namun kini, setelah ada kelonggaran seiring dengan turunnya level PPKM di Kota Bandung dan secara umum di Pulau Jawa, tempat wisata kembali dibuka, yang berdampak pada bergeliatnya kembali bisnis perhotelan.

Alhamdulillah, saat ini tingkat okupansi sudah ada peningkatan. Meski harus tetap mengikuti peraturan dari pemerintah terkait prokes dan batasan okupansi,” kata Rahmat, Hotel Manager Kristalia, salasatu hotel bintang dua yang lokasinya di Cicendo, Kota Bandung.

Hotel ini selama PPKM darurat, tingkat okupansinya dibawah sepuluh persen, tapi terbantu dengan keberadaan lokasinya yang dekat dengan Stasiun KA Bandung dan juga beberapa rumah sakit, diantaranya RS Mata Cicendo.

“Tamu hotel selain para pelaku bisnis, wisatawan, juga keluarga pasien rumah sakit. Dengan adanya PPKM, tentunya sangat terasa dampaknya bagi kami, seperti tamu yang datang berkurang. Tamu yang datang menginap rata-rata adalah keluarga atau tamu pasien rumah sakit. Kalau tamu traveling sangat jarang, karena pemerintah juga membatasi dengan ketat,” ungkap Rahmat.

Meski selama pandemi dan diberlakukannya PPKM darurat hotel mengalami perlambatan, namun manajemen Hotel Kristalia tidak memutus karyawannya.

“Ya, karyawan tidak ada yang di PHK, namun sistem kerjanya yang terpaksa disesuaikan, dalam seminggu masuk kerja sekitar tiga hari, yang satu libur dan yang satu masuk. Biasanya enam satu atau lima dua, menjadi empat tiga,” ungkap Rahmat lagi, (13/9/2021) lalu.

Ia berharap kondisi pandemi ini terus membaik, sehingga pergerakan pelaku usaha wisata juga bisa lebih leluasa.

“Harapan kami dengan adanya kelonggaran secara berangsur ini, kami bisa cukup bernafas, dan mudah-mudahan kondisi bisa segera normal kembali,” harap Rahmat.

Terkait protokol kesehatan yang diberlakukan di hotelnya, Rahmat menjelaskan bahwa pihaknya juga bekerjasama dengan Satgas Covid-19 setempat.

“Dari kepolisian dan Satpol PP suka berkunjung, melakukan kontrol dan pembinaan terhadap aturan dari pemerintah terkait prokes. Tentunya kita mengikuti. Alhamdulillah, selama ada sidak juga kita belum pernah mendapat teguran,” ujarnya.

Rahmat, Hotel Manager Kristalia, Bandung.

Seturut pantauan, pihak hotel telah menyediakan tempat mencuci tangan sebelum tamu masuk ke area hotel, dan di meja resepsionis ada alat pengecekan suhu tubuh dan hand sanitizer juga barcode pedulilindungi. Selain itu, ada prosedur disinfektan saat tamu keluar atau check out.

Menariknya, hotel ini memiliki home restoran bernama Kristal Resto, yang menawarkan sajian makanan dengan cita rasa menjanjikan dengan harga terjangkau, mulai 20 ribuan, seperti nasi goreng medok, ayam geprek, mie nyemek, dan bola ubi.

Terkait prosedur prokes, salaseorang tamu hotel yang sempat diwawancarai, Christian Pangkey (45), pelaku bisnis yang berasal dari Sulawesi mengatakan bahwa ia sama sekali tidak keberatan dengan prokes yang diberlakukan di hotel tempatnya menginap, malah ia turut menganjurkan agar pada setiap aktifitas masyarakat bisa mengikuti prokes sesuai anjuran dari pemerintah.

“Ya, saya sudah mulai terbiasa dengan standar prokes yang diterapkan di lingkungan publik, termasuk di Hotel Kristalia ini. Bagi saya juga merasa lebih nyaman. Saya kira adaptasi kebiasaan baru atau new normal saat ini adalah merubah kebiasaan kita dari awalnya keluar rumah tidak pakai masker, jadi ada perasaan wajib untuk pakai masker,” ucap pria yang menginap sekitar tiga hari di Hotel Kristalia selama ia berada di Kota Bandung.

[st]

Comments

comments