Harlah ke 49 PPP, Mustamsikin Pesan Jangan Terlena Testimoni Perjuangan Sesepuh Kendal

oleh -
Harlah ke 49 PPP, Mustamsikin Pesan Jangan Terlena Testimoni Perjuangan Sesepuh Kendal
Mantan Ketua DPC PPP Kendal KH Mustamsikin saat menyampaikan pesan refleksi gerakan politik dalam tasyakuran Peringatan Harlah ke 49 PPP. (qq)

KENDAL – Mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Kendal, KH Mustamsikin mengingatkan para kadernya untuk menatap masa depan. Dia tegaskan, jangan terlena dengan testimoni perjuangan para sesepuh PPP, “Ke depan apa yang akan kita capai, mulai sekarang harus dipersiapkan,” pesannya.

Mustamsikin mengatakan hal itu saat memberikan pesan refleksi Tasyakuran Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-49 PPP di kantor DPC PPP Kendal, Rabu (5/1/2022).

Mustamsikin yang pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Kendal tersebut juga meminta agar mesin partai berjalan dengan baik sehingga prediksi target saat ini tidak meleset jauh pada saat pemilihan legislatif yang bakal berlangsung pada 2024 mendatang.

Sementara, menjawab pesan refleksi tersebut, Ketua DPC PPP Kendal, Abdul Syukur mengungkapkan kesiapan para pengurus yang ia pimpin dengan memperbaiki pengelolaan badan otonom (Banom) PPP Kendal.

Ketua DPC PPP Kendal Abdul Syukur saat memberikan sambutan dalam tasyakuran Peringatan Harlah ke 49 PPP. (qq)

“Dalam struktur DPC (PPP Kendal) hari ini, bidang kepemudaan dan olahraga dicancle karena dipandang sudah bisa dilaksanakan oleh Banom-banom PPP di tingkat kabupaten,” ujar dia kepada awak media.

Dia lantas menyebut semua Banom PPP Kendal yang aktif, antara lain Wanita Persatuan Pembangunan (WPP), Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) dan Angkatan Muda Ka’bah (AMK) bisa lebih diefektifkan untuk menjaga simpatisan maupun konstituen sekaligus mesin regenerasi partai islam berlambang ka’bah di Kendal, “Generasi muda yang akan melakukan kerja-kerja di bidang kepemudaan,” tegasnya.

Selain itu, Abdul Syukur juga menegaskan kader PPP Kendal tidak boleh rangkap jabatan dalam kepengurusan, baik di Banom, DPC maupun DPAC Kecamatan, “Saya memberikan garis kepada para Banom untuk tidak terjadi dobel kepengurusan. Jadi mereka yang sudah di GPK cukup di GPK saja, yang di WPP, GMPI, AMK juga. Jadi tidak ada satu orangpun semisal yang di GMPI juga di GPK, AMK atau WPP,” tandasnya.

Sebab, menurut dia, jika hal itu terjadi maka partai politik tidak akan bisa berkembang. Karena itu dia berharap proyeksi kerja Banom sebagai mesin partai bisa berjalan sesuai dengan konsentrasi masing-masing tanpa intervensi dari DPC PPP Kendal, “WPP konsentrasi dengan generasi milenial, GMPI lebih pada generasi intelektual, GPK menekankan pada aksi sosial, dan AMK bekerja pada sektor keamanan,” urainya.

Mengamini pernyataan Abdul Syukur, Ketua GPK Kendal M Nur Adhar mengatakan bahwa kondisi Banom PPP Kendal berbeda dengan lain kabupaten/kota yang belum tentu bergerak sinergis dengan DPC PPP, “Kita (GPK) di Kendal sangat sinergi dengan DPC (PPP),” katanya.

Dia kemudian menjelaskan GPK memiliki tugas pokok seperti halnya Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang tugas utamanya menjaga ulama, “Kita di GPK ini sebagai Satgas mengamankan kiai-kiai dalam kegiatan partai,” ujarnya.

Dalam menjaga kekompakan dan keaktifan, lanjutnya, GPK juga mengadakan kegiatan olahraga bersama seperti futsal, voly dan sebagainya. Selain itu, GPK juga bergerak di bidang sosial seperti membantu korban bencana, “Kegiatan disupport dari anggota, fraksi, dan DPC. Kita kumpulkan (donasi) untuk disalurkan ke masyarakat korban bencana,” bebernya.

Senada, Sekretaris DPC PPP yang juga Ketua Fraksi PPP Kendal, Masrifah Afna menambahkan, selain DPC PPP, anggota legislatif juga mendorong revitalisasi Banom dalam gerakan kemasyarakatan, “Kita yang ada di DPC maupun di legislatif tentu mendukung Banom agar bisa berperan di masyarakat seperti kegiatan sosial, kebencanaan dan sebagainya,” ujar wakil rakyat dari dapil Singorojo, Boja dan Limbangan.

Ditambahkan, peringatan Harlah ke 49 partai islam yang lahir pada 5 Januari 1973 ini dimulai dengan khataman Al-Qur’an 30 Juz secara bilghaib (hafalan). Kemudian dilanjutkan mujahadah bersama dan refleksi gerakan politik PPP dari masa ke masa. Hadir dalam kesempatan itu para sesepuh dan pengurus Banom. (qq)

Comments

comments