Harga Bawang Masih Tinggi, Ahmad Luthfi Ancam Sikat Praktik Tengkulak Mafia Pangan

oleh -
oleh
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jateng di Tlogo, Tuntang, Kabupaten Semarang, Senin, 6 Oktober 2025. Foto: dokumentasi
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jateng di Tlogo, Tuntang, Kabupaten Semarang, Senin, 6 Oktober 2025. Foto: dokumentasi

Inflasi Jawa Tengah pada September 2025 tercatat sebesar 0,21 persen (month to month), naik dibanding Agustus yang mengalami deflasi -0,10 persen. Secara tahunan (year on year), inflasi mencapai 2,65 persen, meningkat dari 2,48 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Lima komoditas yang paling berpengaruh terhadap inflasi antara lain daging ayam ras, cabai merah, bawang merah, emas perhiasan, dan telur ayam ras. Sementara komoditas yang memberikan andil deflasi di antaranya bawang putih, tarif kereta api, dan bensin.

Berbagai upaya Pemerintah Provinsi Jateng untuk pengendalian inflasi telah dilakukan. Di antaranya Gerakan Petani Peduli Inflasi Cabai di Kabupaten Magelang pada 22 September 2025, serta Gerakan Pangan Murah yang telah digelar 1.597 kali hingga 26 September, dengan dukungan dana dari APBN, APBD, dan lembaga lain. Ahmad Luthfi dan Taj Yasin juga mengusung sebelas program prioritas di antaranya, melahirkan ekosistem ekonomi syariah, desa maju dan berdaya. (*)

Baca Juga:  Tegaskan Komitmen, Wagub Jateng Sebut Insentif Guru Agama Bakal Naik jadi Rp 300 M

Comments

comments