JAKARTA, sorotindonesia – Dua ilmuwan muda Indonesia, Juan Leonardo dan Fahrul Nurkolis, berhasil meraih prestasi di panggung internasional berkat penemuan senyawa baru bernama Juanleoxy Fahrulanoside yang berpotensi untuk pengendalian diabetes. Temuan ini tidak hanya telah dipublikasikan di jurnal internasional bereputasi, tetapi juga membawa mereka menjadi pembicara di kongres gizi paling bergengsi di dunia.
Penelitian yang dimulai sejak 2022 ini berawal dari eksplorasi obat herbal tradisional Tiongkok. Dengan pendekatan bioinformatika modern, keduanya berhasil mengidentifikasi senyawa yang secara efektif menargetkan reseptor GLP-1, sebuah mekanisme penting dalam tubuh yang berperan menurunkan kadar gula darah setelah makan dan meningkatkan rasa kenyang.
Hasil riset mereka telah divalidasi melalui uji laboratorium dan berhasil dipublikasikan di Frontiers in Nutrition, sebuah jurnal ilmiah asal Swiss yang masuk kategori Scopus Q1. Atas kontribusi signifikan ini, Juan dan Fahrul diundang sebagai pembicara di International Congress of Nutrition (ICN) 2025 di Paris, Prancis, pada Agustus lalu, sebuah forum yang diakui oleh UNESCO dan WHO.
Fahrul (25), yang kini menjabat sebagai Vice President of Medical Research Center of Indonesia, mengaku bangga bisa tampil di forum tersebut. Sementara Juan, yang aktif mengedukasi publik soal gizi, menambahkan bahwa perjalanan riset ini tidak mudah karena keterbatasan fasilitas di dalam negeri, namun tantangan itu berhasil diatasi melalui kolaborasi.
Meskipun saat ini masih dalam tahap penelitian dasar, senyawa Juanleoxy Fahrulanoside yang telah terdaftar di National Library of Medicine ini diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi terapi diabetes yang efektif, aman, dan berbasis pada kekayaan hayati.

