Sorotindonesia.com – Kalangan pengusaha menyuarakan kecemasan mendalam menyusul aksi massa berujung kerusuhan yang melanda Jakarta selama dua hari terakhir.
Dilansir dari Detik pada Jumat(29/2025), Diana mengatakan masih terbayang trauma peristiwa Mei 1998.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta, Diana Dewi, menyatakan bahwa para pelaku usaha kini waswas untuk membuka kantor dan toko mereka. Ia khawatir jika aksi anarkis terus berlanjut, dampaknya bisa meluluhlantakkan sendi-sendi perekonomian.
Menurutnya, dampak dari kericuhan sudah mulai terasa. Sejumlah pusat perbelanjaan atau mal terpantau memilih untuk tutup lebih awal karena khawatir menjadi sasaran aksi anarkis. Selain itu, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) DKI Jakarta juga telah merilis surat edaran yang mengimbau perusahaan untuk memberlakukan sistem kerja dari rumah (Work From Home/WFH).
Diana membedakan antara demonstrasi yang damai sebagai bagian dari demokrasi dengan aksi anarkis yang merusak. Ia menegaskan, jika kerusuhan terus berlarut-larut, dampaknya tidak hanya dirasakan di Jakarta tetapi bisa meluas ke perekonomian nasional.
Oleh karena itu, ia berharap semua pihak dapat menahan diri dan demonstrasi ke depannya bisa berjalan dengan damai agar tidak mengorbankan stabilitas ekonomi dan keamanan






