Aktualisasi Program CSR Dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0

oleh -
Aktualisasi Program CSR Dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0
Webinar diligensia yang diselenggarakan oleh Enviro Strategic Indonesia (ESI) yang mengangkat tema Aktualisasi Program CSR dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0, Sabtu (23/1/2021).

Bandung – Enviro Strategic Indonesia (ESI) kembali memberikan terobosan baru. Kini acara Diligensia series kembali diselenggarakan sebagai langkah awal ESI dalam menyemarakkan kebersamaan semangat empowerment ecosystem dari berbagai peran stakeholder.

Kali ini topik yang diangkat bertajuk Aktualisasi Program CSR (Corporate Social Responsibility) dalam menghadapi revolusi Industri 4.0.

Acara diselenggarakan melalui Webinar yang digelar pada hari, Sabtu 23 Januari 2021.

Narasumber yang diundang pada acara seri kedua Diligensia ini antara lain Dr. Risna Resnawaty, S.Sos., M.P., (Ketua Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Unpad) dan Arya Dwi Paramita, S.Sos., MM., (VP CSR & SMEEP PT Pertamina Persero) dengan dimoderatori oleh Mochammad Rizky Hakim Adhyguna, S.IP., M.A., (Research & Business Development ESI).

Paparan pertama, dijelaskan oleh Risna Resnawaty atau yang akrab disapa Risna, mengatakan bahwa tidak semua orang mampu beradaptasi dengan perubahan transformasi digital yang begitu cepat. Teknologi digital telah merebut posisi manusia sebagai produsen budaya. Artinya, saat ini media internet menjadi ruang hyper realita. Berbagai aktivitas terekam oleh media sosial. Misalnya saja instagram yang mengakibatkan banyak masyarakat terbelenggu hanya dengan gambar dunia maya. Sedangkan tantangan industri 4.0 adalah think locally, and act globally.

Tantangan ini disebutkan menjadi salahsatu issue besar yang akan dihadapi oleh berbagai stakeholder, termasuk peranan stakeholder dalam sektor community development. Di samping itu, dalam sektor community development di era 4.0 memerlukan 4 faktor utama yang perlu hadir didalam community development, antara lain: participation, empowerment, dan local value.

Narasumber kedua dijelaskan oleh Arya Dwi Paramita atau akrab dipanggil Arya. Ia menjelaskan bahwa CSR Pertamina telah melakukan berbagai bentuk program pemberdayaan masyarakat, dimana mayoritas pengembangannya mengikuti transformasi digital.

Beberapa program community development yang diarahkan untuk sinergi dengan transformasi digital antara lain DIGIDON (Digital Donation), Voluntary Days, SI-Kembang (Sistem Informasi Tumbuh Kembang), Sekolah Cinta Gambut, Virtual Tour Konservasi Satwa Elang, UMKM naik kelas, Pinky Movement, Pertamina Youthpreneur, UMKM Academy, dan dalam hal pemasaran produk UMKM binaan Pertamina, Pertamina mengadakan Virtual Exhibition: Pertamina SMExpo 2020. Pada Pertamina SMExpo, digitalisasi usaha kecil menjadi fokus utama, hal ini dikarenakan tanggung jawab sosial yang diberikan oleh BUMN salahsatunya dilimpahkan kepada Pertamina. Ini menjadi tantangan sekaligus kesempatan bagi Pertamina untuk turut aktif mengembangkan bidang ekonomi dan sosial masyarakat Indonesia.

Dalam sesi diskusi, Risna menjelaskan bahwa keterlibatan para pemangku kebijakan juga menjadi penting dalam menyukseskan program community development. Arya juga menjelaskan bahwa konsep utama dalam mengembangkan sektor UMKM yang dikelola oleh Pertamina adalah konsep kolaborasi yang selaras dengan visi Pertamina.

Adapun kesimpulan pada diskusi ini dikatakan oleh Risna bahwa dalam menerapkan metode pemberdayaan sosial, tidak ada metode yang pasti, artinya dibutuhkan seni berpikir untuk merangkul keterlibatan masyarakat lokal agar program yang dijalankan selalu sinergis.

Arya juga menyepakati bahwa untuk mendapatkan legitimasi program dari masyarakat, Pertamina memang seyogyanya mampu merangkul budaya lokal agar masyarakat lokal percaya hingga turut berpartisipasi dalam program pemberdayaan masyarakat.

Hingga diakhir acara, Hakim selaku moderator menanggapi kesimpulan para narasumber bahwa kolaboratif dan adaptatif menjadi clue utama dalam mengembangkan berbagai skema empowerment.

ESI pun yakin bahwa peran transformasi digital yang merupakan hasil dari arus revolusi industri 4.0 akan sangat membantu program pengembangan sosial baik yang dilakukan oleh CSR maupun penggiat community development lain selaras dengan perkembangan ekonomi dan laju digital.****

Comments

comments