262.KOPI, Pesona Menikmati Minum Kopi Di Bandung Pada Masa Pandemi

oleh -
262.KOPI, Pesona Menikmati Minum Kopi Di Bandung Pada Masa Pandemi
262.Kopi

BANDUNG – Menikmati suasana indahnya alam dan kenikmatan minum kopi sambil mencicipi penganan pisang goreng yang lezat, ditawarkan oleh kedai 262.Kopi yang lokasinya berada di Ekowisata dan Budaya Alam Santosa, Jl. Pasir Impun Atas Sekebalingbing, Cikadut, Kecamatan Cimenyan, Bandung.

Kedai 262.Kopi ini dirintis oleh seorang pelaku usaha muda, Andri Seno (26), yang tidak mau hanya berdiam diri dan menunggu situasi di masa pandemi seperti saat ini. Meski usaha pariwisata dibidang kuliner yang dipilihnya merupakan salasatu sektor yang sangat terdampak dan terpukul akibat adanya pandemi.

“Bisnis ini dibangun kolaborasi antara saya yang kebetulan punya pengetahuan barista dengan petani kopi di Palasari. Oleh karena itu, kita disini bikin spesialisnya manual brew,” kata Andri, beberapa waktu lalu.

“Membangun kedai kopi di Alam Santosa ini sudah hampir setahun,” tambahnya.

Lokasi 262.Kopi ini sendiri sangat recommended bagi penikmat kopi yang menggemari suasana alam yang asri. Bangunan kedai hampir 90 persen terbuat dari bahan alami kayu, termasuk kursi dan meja yang berada di outdoor. Di sekelilingnya banyak tumbuh pepohonan dan tampak bangunan villa Alam Santosa.

“Kita membangun kedai disini karena melihat suasana juga. Konsepnya cocok dengan Alam Santosa, suasananya seperti berada di desa, sejuk. Makanya, makanan dan minuman yang kami tawarkan juga ingin mengangkat minuman-minuman lokal,” ungkap Andri.

Untuk promosi 262.Kopi, Andri menyebarkannya lewat media sosial seperti facebook dan instagram.

“Awal buka, kita promosi menggunakan media sosial facebook dan instagram. Alhamdulillah, responnya cukup baik, meskipun memang pas buka kondisinya sedang pandemi,” terangnya.

Peningkatan jumlah tamu pelanggan yang datang, dikatakan oleh Andri, adalah pada saat weekend.

“Ya, yang datang kebanyakan saat weekend. Rata-rata tamu yang datang bersama keluarganya. Kecuali di weekday, rata-rata yang datang ingin bersantai bersama rekan-rekannya. Biasanya sore sampai malam,” katanya.

Saat PPKM darurat, menurut Andri kondisi tamu mulai terdampak. “Dampaknya sangat terasa, sehari banyakan kosong, kalau adapun tidak lebih dari 10 gelas sehari,” keluhnya.

Menyesuaikan dengan situasi pandemi ini, dijelaskan oleh Andri lebih lanjut, “Jarak antar kursi berjauhan, disiapkan hand sanitizer juga. Dan ngga boleh ada acara keramaian,” ujar Andri.

Kenaikan penjualan selepas PPKM darurat, dituturkan oleh Andri, mulai terasa dari bulan September 2021.

“Sedikit-sedikit tamu mulai kembali datang di bulan September, meski sampai saat ini belum signifikan dibandingkan sebelum adanya PPKM darurat,” tuturnya.

“Semoga kondisinya cepat sehat dan normal lagi,” harap pemuda yang tinggal di Cibiru ini.

Iwa Kartiwa (41), salasatu tamu pengunjung warga Rancaekek, Bandung, yang sempat ditemui sorotindonesia.com, mengungkapkan bahwa ia baru pertama kali datang ke kedai 262.Kopi ini.

“Ini saya baru pertama datang ke kafe ini nyobain kopi disini. Diajak teman. Ternyata suasana dan cita rasa kopinya luar biasa enak. Seperti lagi di kampung pelosok” kata Iwa, pekerja freelance.

“Tempatnya asik buat kongkow, ada wifi dan adem. Memang agak jauh dari jalan utama, Jl. AH Nasution, tapi ya bagi saya ngopi sambil nyantai disini ok banget lah pemandangannya. Juga tempat duduknya disini berjauhan, jadi aman,” pungkasnya.

Nah, bagi penggemar kopi bisa mampir ke 262.Kopi ini, best seller-nya disini adalah manual brew juga kopi susu gula aren. Selain itu, di kedai kopi ini menyediakan pisang goreng, bola bola, ulen, nasi goreng, dan menu istimewa nasi liwet. Harganya pun relatif tidak akan bikin kantong jadi bolong. Harga kopi per gelas (panas dan dingin) mulai dari Rp15 ribu hingga Rp22 ribu. Sedangkan paket nasi liwet (untuk 5 orang) dibanderol dengan harga Rp200 ribu.

[st]

Comments

comments