KPU Kota Banjar Gelar Rapat Pleno Rekapitulasi Perhitungan Suara Pilgub Dan Pilwalkot

oleh
KPU Kota Banjar Gelar Rapat Pleno Rekapitulasi Perhitungan Suara Pilgub Dan Pilwalkot

Banjar, (SI) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Banjar melaksanakan rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara dalam Pilkada serentak 2018 tingkat Kota Banjar, Rabu (04/07/2018), bertempat di gedung Graha Banjar Idaman (GBI) Kota Banjar.

Hasil rekapitulasi penghitungan suara tersebut, untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Paslon nomor urut 1 Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum (RINDU) unggul dengan meraih 37.785 suara (34.13%) diurutan kedua Paslon nomor urut 4 Dedi Mizwar dan Dedi Mulyadi (2DM) dengan meraih 35.615 suara (32.17%) diurutan ketiga Paslon nomor urut 3 Sudrajat dan Akhmad Syakhu (ASYIK) meraih 21.628 suara (19.54%) urutan keempat Paslon nomer 2 Hasanudin dan Anton  (HASANAH) dengan meraih dukungan 15.680 suara (14.16%).

Pilkada yang digelar di Kota Banjar selain pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur juga melenggarakannya pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Banjar yang dikuti oleh 2 pasangan calon, hasil rekapitulasi penghitungan suara KPU Kota Banjar pasangan calon Walikota nomor urut 1 Ade Uu Sukaesih dan Nana Suryana (Asih Saenyana) menang dengan meraih dukungan 58.020 suara (52.36%) sedangkan pasangan calon Walikota dengan nomor urut 2 Maman Suryaman dan Irma D Bastaman (Iman Barokah) meraih dukungan 52.784 suara (47.36%).

Ketua KPU Kota Banjar Dani Danial Mukhlis menuturkan, untuk penetapan pasangan calon terpilih sesuai peraturan KPU nomer 1 tahun 2017, penetapan pasangan calon terpilih menunggu setara 3×24 jam setelah acara rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara dan menunggu apakah ada gugatan atau tidak ke Mahkamah Konstitusi (MK), setelah MK menurunkan pengumuman atau jadwal terhadap PHP tersebut, maka ada atau tidak gugatan itu, kita akan laksanakan penetapan pasangan calon terpilih sekitar tanggal 9 atau 10 Juli 2018″, tuturnya.

Lebih lanjut Danial menjelaskan, tingkat angka golput pada Pilkada serentak 2018 di Kota Banjar sekitar 29 ribuan, untuk tingkatan partisipasi pemilih ada peningkatan sekitar 5 persen dari Pilkada 2013 dan pemilu Pileg dan Pilpres 2014, menurut hasil uji kami ke lapangan ada beberapa yang mempunyai hak pilih dan tidak bisa menggunakan hak pilihnya dikarenakan pemilih tersebut sedang bekerja diluar Kota Banjar dan banyaknya para pemilih pemula yang berusia 17 tahun keatas seperti salah satu contoh yang mau kuliah diluar Banjar karena sudah tanggung keluar Kota Banjar dan tidak kembali lagi, secara teknis hanya itu saja, jelasnya.

“Tentunya ini menjadi catatan buat KPU karena nanti saat Pileg yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 April 2019, kita sedang merumuskan langkah – langkah untuk meningkatkan partisipasi pemilih untuk Pileg yang akan datang, karena secara atmosfir sebetulnya berbeda antara Pilkada dan Pileg, partisipasi pemilih lebih tinggi semoga tradisi ini bisa kita tingkatkan pada pemilu 2019 yang akan datang”, pungkas Danial. (Herman)

Comments

comments