Wagub Jateng Ajak BNI Sinergi Entaskan Kemiskinan

oleh -
Wagub Jateng Ajak BNI Sinergi Entaskan Kemiskinan
Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen.

AMBARAWA – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyambut baik langkah BNI 46 yang merealisasikan akad massal BNI Griya Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk 5.476 debitur dari kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Akad massal itu dilakukan di Museum Kereta Api Ambarawa, Selasa (28/06/2022).

Taj Yasin berpandangan, memiliki rumah adalah salah satu intervensi dalam mengurangi angka kemiskinan. Dilaksanakannya program kepemilikan rumah bagi MBR berarti sejalan dengan instruksi Presiden RI Joko Widodo untuk menuntaskan kemiskinan ekstrem. Di Jawa Tengah, ada 19 kabupaten/ kota yang menjadi sasaran pengentasan kemiskinan ekstrem.

“Tentu dengan fasilitas BNI Griya FLPP, pedagang kecil, nelayan, petani, maupun pekerja di sektor informal lainnya mampu memiliki rumah yang layak huni,” tuturnya.

Untuk menyediakan rumah sederhana sehat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sendiri memiliki beberapa program. Antara lain jateng Gayeng Mbangun Omah Bareng dan Jateng Gayeng Ndandani Omah Bareng. Jateng Gayeng Mbangun Omah Bareng diwujudkan melalui program bantuan stimulan pembangunan rumah sederhana sehat, bantuan stimulan pembangunan rumah bagi korban bencana dan bantuan stimulan pembangunan rumah sederhana sehat relokasi program pemerintah. Sedangkan jateng Gayeng Ndandani Omah Bareng diwujudkan melalui program Bankeu Pemdes RTLH dan rehabilitasi rumah bagi korban bencana.

“Kami di Pemprov Jateng juga saat ini mendorong itu. Banyak rumah-rumah yang dihuni masyarakat belum sehat, sehingga kami melakukan ada bedah rumah, ada rehab rumah, dan tentu kami di pemerintahan, khususnya Pemerintah Provinsi Jateng, tidak mungkin mampu kita melakukan itu sendirian. Keuangan kami terbatas. Maka disini kami mengajak seluruh stakeholder di Jateng, baik itu BUMN, BUMD maupun swasta, bahkan kepada para kontraktor, kepada para developer, ini kita ajak bareng-bareng (mengentaskan kemiskinan),” ajaknya.

Renovasi bagi rumah tidak layak huni sebagai salah satu upaya pengentasan kemiskinan di Jateng, kata Taj Yasin, mengusung konsep gotong royong. Sehingga, dengan anggaran Rp 15 – 20 juta per unit, rumah sederhana sehat bisa direalisasikan.

“Kita pakai sistem gotong royong. Kalau stimulus Rp 15 juta – 20 juta untuk merehab rumah, tentu tidak akan selesai. Maka kami di situ mengajak masyarakat, sedulur, kekeluargaan yang ada di sekitar rumah tersebut untuk saling gotong royong,” ungkapnya.

Wagub Taj Yasin membuka peluang bagi BNI untuk turut serta membantu program pengentasan kemiskinan, yang selaras dengan program yang dimiliki BNI.****

Comments

comments