The Papandayan Jazz Fest 20/21 Digelar Virtual, Hadirkan Deretan Musisi Terkemuka Tanah Air

oleh -
The Papandayan Jazz Fest 20/21 Digelar Virtual, Hadirkan Deretan Musisi Terkemuka Tanah Air
Musisi Fariz RM hadir sebagai salasatu penampil di gelaran The Papandayan Jazz Fest (TPJF) 20/21 yang dilaksanakan secara virtual.

BANDUNG –  The Papandayan Jazz Fest (TPJF), salah satu program musik jazz ikonik Indonesia yang rutin digelar di The Papandayan Bandung, kembali menghibur tahun ini secara virtual.

Festival yang diadakan secara virtual tersebut menyesuaikan dengan masa pandemi Covid-19, berlangsung sejak tanggal 11 Desember 2021 hingga 12 Desember 2021 malam, menyajikan pertunjukan apik musisi-musisi tanah air.

Hari pertama festival dimulai dengan gelaran Grand Final International Online Jazz Competition yang dihadiri langsung oleh para dewan juri di Grand Studio Metro dan menghadirkan para finalis melalui platform video conference.

Setelah pengumuman pemenang kompetisi, The Papandayan Jazz Fest pun dimulai dengan penampilan pertama oleh Slank.

Slank membawakan tiga lagu dari Album terbarunya yakni Vaksin, Album Vaksin ini bertema besar tentang cinta, lingkungan hidup, sosial dan pergerakan anak muda. Kaka dan kawan-kawan berhasil menghinoptis penonton di rumah dengan membawakan lagu yang telah populer sebelumnya,  Terbunuh sepi, Symphaty dan Moody’s Mood berkolaborasi dengan Kafin Sulthan, pianis dan penyanyi muda berusia 17 tahun yang menyabet penghargaan AMI Awards 2016 untuk kategori Best Children Male Solo Artist.

Hari pertama ditutup oleh Raisa yang membawakan delapan lagu dengan aransemen yang dibuat khusus untuk The Papandayan Jazz Fest 2021.

Raisa

Lagu pertama yang dibawakannya berjudul Kutukan yang menceritakan tentang pengalaman hubungan asmara dari cinta pertamanya Raisa.

Selanjutnya, Raisa sukses membawakan enam lagu yang bikin “galau” penonton di rumah, seperti Love & Let Go, Kali Kedua, Love You Longer, kemudian ditutup cantik dengan lagu berjudul Could it be.

Pada hari kedua, penampilan dimulai dari panggung TP Stage di Hotel The Papandayan oleh Nissan Fortz dan New Blood, band asal Bandung. Kemudian dilanjut dengan penampilan dari musisi kawakan Fariz RM dan Ardhito Pramono.

Penampilan Fariz RM sarat akan nostalgia tahun 80-90an dengan membawakan lagu-lagu terbaiknya seperti Nada Kasih, Sakura, Barcelona, dan enam lagu lainnya yang beberapa diantaranya ditulis oleh Fariz RM dan kemudian dinyanyikan oleh penyanyi lawas seperti Vina Panduwinata dan Andi Meriem Matalatta.

Hari kedua dan juga hari terakhir pagelaran The Papandayan Jazz Fest ditutup oleh Ardhito Pramono. Bergenre swing, jazz tahun 40-an dan bossanova, Ardhito sukses menutup TPJF dengan lagu-lagu hitsnya seperti Say Hello, Fine Today, 925, I Just Couldn’t Save You Tonight, Sudah, Plaza Avenue, Cigarete, Bitter Love, dan Super Star.

Selain penampilan para musisi, TPJF juga mempersembahkan Tribute Award kepada gitaris legendaris jazz, Oele Pattisellano. Oele mendapatkan penghargaan ini karena telah memberikan kontribusi luar biasa dalam perkembangan musik jazz di Indonesia, dan menjadi mentor banyak musisi berbakat diantaranya Tiyo Alibasjah, Robert MR, Nikita Dompas dan Aditya Bayu.

Founder TPJF, Bobby Renadi menyerahkan penghargaan Tribute kepada Oele Pattiselano.
Ini Para Pemenang TPJF International Online Jazz Competition 20/21

Ajang TPJF International Online Jazz Competition 20/21 kini telah selesai. Tahap final telah digelar secara live bersamaan dengan hari pertama The Papandayan Jazz Fest yang berlangsung di Grand Studio Metro, Jakarta, Sabtu (11/12/2021) malam.

International Jazz Competition adalah kompetisi band jazz yang dilaksanakan secara virtual menggunakan platform Zoom conference dan social media untuk menemukan talenta jazz baru dan membantu mengenalkan musisi jazz baru Indonesia.

Kompetisi ini merupakan rangkaian acara Road to TPJF 2021 yang dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari Saksofonis asal Belanda Ben Van Gelder, Dwiki Dharmawan, Eq Puradireja, Venche Manuhutu dan seniman senior Bandung, Hari Pochang,

Gelaran Grand Final International Online Jazz Competition dihadiri langsung oleh para dewan juri di Grand Studio Metro dan menghadirkan para finalis melalui platform video conference. Peserta yang berhasil melaju ke babak final adalah, Rit Xu Group dari Singapore, Rocket House dari Amerika Serikat, dan dari Indonesia yakni Kelapa Muda, Empty, GBK, East Side Sextet, Little Hope, dan N.A.D Project.

Setelah melalui proses penyeleksian yang ketat atas syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi pemenang TPJF International Online Jazz Competition 20/21, Dewan Juri memutuskan band-band berikut menjadi pemenang kompetisi.

Pemenang ketiga yakni East Side Sextet, band asal Jakarta yang digawangi oleh Nial Djuliarso, Pemenang kedua yakni Empty, trio asal Jakarta band yang kental dengan permainan harmonika oleh Rega Dauna, dan Pemenang pertama jatuh kepada Kelapa Muda, trio yang beranggotakan 3 bersaudara asal Bandar Lampung.

Selain juara umum, TPJF International Online Jazz Competition 20/21 juga mempunyai kategori Favorite Group, yang dinilai berdasarkan hasil voting likes pada kanal youtube Indonesia Media dan jatuh pada Group asal Surabaya, Jazziner.

Pemenang TPJF Young New Talent 20/21 berhasil dimenangkan oleh Nadine Anisa, pianist dari band N.A,D Project asal Bandung. Nadine yang berusia 15 tahun dinilai juri memenuhi syarat kategori, yakni berusia dibawah 24 tahun, memiliki kreativitas yang unik, dapat memimpin, menampilkan, mengorkestrasikan dan mengaransemen musik dalam berbagai gaya yang berbeda dan memiliki potensi dan semangat untuk membawa musiknya ke level selanjutnya.

Para juara mendapatkan hadiah tunai total ratusan juta rupiah sertifikat dan piala serta berkesempatan untuk berkolaborasi dengan musisi Belanda yang merupakan kerjasama dengan pusat kebudayaan Belanda, Erasmus Huis.

Pemenang TPJF Online Jazz Competition ini juga akan masuk sebagai line-up musisi TPJF 2022 dan mendapatkan serangkaian publikasi oleh Media Group News.

Bobby Renaldi, Founder TP Jazz Management pada sambutannya mengatakan, “Merupakan suatu kebanggaan dan kebahagiaan bagi The Papandayan diberikan kesempatan untuk menyaksikan talenta-talenta muda berbakat dan dapat mewujudkan komitmen The Papandayan Jazz sebagai The Address of Jazz in Bandung sebagai ajang kreasi dan apresiasi musisi jazz, serta melahirkan musisi jazz yang handal di kancah musik nasional maupun internasional dalam ajang TPJF International Online Jazz Competition 2021,” kata Bobby Renadi.

Ia juga berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungannya kepada The Papandayan Jazz Fest.

[St]

Comments

comments