Terapkan Protokol Kesehatan, PT Safilindo Permata Miliki Tim Khusus Pengawasan

oleh -
Terapkan Protokol Kesehatan, PT Safilindo Permata Miliki Tim Khusus Pengawasan
Koordinator pengawasan prokes PT Safilindo Permata, Eko Susilo (kemeja putih), didampingi oleh staf manajemen, Fuad, saat menyampaikan keterangannya kepada awak media, Sabtu (5/6/2021).

BANDUNG,- Meningkatnya kasus terkonfirmasi Covid-19 di Desa Sukasari, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung, pasca libur Hari raya Idul Fitri 1442 H, membuat jajaran manajemen perusahaan yang berada di kawasan tersebut memperketat protokol kesehatan di lingkungan kerjanya masing-masing.

Hal tersebut dilakukan guna meminimalisir terjadinya klaster di lingkungan kerja, tak terkecuali perusahaan produk tekstil PT Safilindo Permata, yang berlokasi di Jl. Waas.

Manajemen PT Safilindo Permata sendiri untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, sejak tahun 2020 kemarin telah membentuk tim khusus dibawah koordinator Eko Susilo, Kepala Bagian Produksi.

“Tugas pengawasan protokol kesehatan kita tingkatkan pasca libur Lebaran,” kata Eko Susilo, Sabtu (5/6/2021).

Dijelaskan oleh Eko, “Kita sehabis Lebaran, mulai masuk kerja tanggal 24 Mei 2021. Saat Lebaran itu kan aktifitas teman-teman karyawan ada yang mudik atau jalan-jalan, dan kita sudah wanti-wanti kepada karyawan begitu masuk kerja harus melewati prosedur prokes (protokol kesehatan) yang sudah disiapkan mulai dari pintu gerbang, seperti pengecekan suhu, mencuci tangan serta utamanya menggunakan masker,” jelasnya.

Dikatakan oleh Eko Susilo bahwa kegiatan pengawasan protokol kesehatan ini semakin ditingkatkan, karena pasca libur Lebaran ada pabrik yang lokasinya tidak jauh dari PT Safilindo, lebih dari 100 karyawannya terkonfirmasi Covid-19.

“Begitu kita masuk kerja, kita sudah mengetahui informasi bahwa ada pabrik tetangga yang terkena (Covid-19), tapi itu kan bukan berarti klasternya ada di perusahaan itu. Saat libur, tentunya teman-teman karyawan ini ada yang jalan-jalan sambil bersilaturahmi atau mudik. Dan yang jadi perhatian kita lagi, ada karyawan yang istrinya bekerja di pabrik tetangga dan suaminya bekerja di Safilindo. Kontak yang ada di rumah atau keluarga, tentunya berpotensi akan terbawa ke perusahaan saat bekerja. Itu yang kita jaga dan antisipasi,” bebernya.

Langkah-langkah antisipasi yang dilakukan oleh manajemen PT Safilindo Permata ini, selain menyediakan fasilitas protokol kesehatan, juga memberikan vitamin dan masker kepada karyawan.

“Oleh pimpinan juga sudah diarahkan, untuk penjagaannya karyawan diberikan vitamin setiap minggunya, dan masker dibagikan satu bulan satu kali,” ujar Eko Susilo.

Namun demikian, diungkapkan oleh Eko Susilo bahwa semenjak masuk kerja pada tanggal 24 Mei 2021 paska libur Lebaran, sudah ada 3 orang karyawannya yang terpapar Covid-19.

“Di Safilindo sendiri, saat masuk tanggal 24 Mei 2021, sudah ada yang terpapar, 3 orang, makanya kita juga meningkatkan kewaspadaan, ada penanganan dan penjagaan yang diterapkan oleh perusahaan. Nah, yang terpapar itu hingga kini belum masuk kerja, masih menjalani isolasi mandiri. Untuk penanganannya, kita ada tim yang kerjasamanya dengan gugus tugas Covid-19 desa,” ungkap Eko Susilo.

“Ya, kita tidak tau karyawan yang terpapar itu tertular dimana dan kemana saja saat libur Lebaran. Tapi kita disini memperketat kondisi prokesnya, agar produksi tetap berjalan tetapi aman,” ujarnya.

Eko Susilo juga menguraikan, untuk pelaksanaan pengawasan di tempat kerjanya, karyawan sebelum masuk bekerja, terlebih dahulu dilakukan pengecekan suhu tubuh di pintu gerbang, selanjutnya wajib mencuci tangan di tempat yang telah disediakan. Di lingkungan tempat kerja sendiri harus menjaga jarak satu sama lain, tidak boleh ada gesekan.

Terkait sanksi yang dijatuhkan bagi karyawan yang tidak patuh atas kebijakan protokol kesehatan di perusahaan PT Safilindo Permata, Eko Susilo mengungkapkan, “Ada kebijakan sanksi yang sudah ditetapkan, diantaranya adalah teguran dan denda, namun sejauh ini teman-teman karyawan sudah memiliki komitmen bersama untuk menaati protokol kesehatan,” pungkasnya.****

Comments

comments