Rumah Kentang, Destinasi Kuliner Kota Bandung yang Mulai Ramai Pengunjung

oleh -
Rumah Kentang, Destinasi Kuliner Kota Bandung Mulai Ramai Pengunjung

BANDUNG, sorotindonesia.com,- Turunnya level PPKM (Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) di sejumlah wilayah Jawa dan Bali, turut memberikan dampak peningkatan kunjungan pada sejumlah destinasi di Kota Bandung.

Meski peningkatan kunjungan ini belum terasa signifikan, namun memberikan angin segar bagi pergerakan pelaku usaha wisata di Kota Bandung. Salasatunya adalah destinasi wisata kuliner yang cukup terkemuka dengan latar belakang lokasinya yang cukup melegenda, Rumah Kentang.

Destinasi wisata kuliner yang menawarkan sekitar 170 menu masakan nasional dan internasional, termasuk sajian kopi dan teh ternama ini, mulai ramai dikunjungi oleh tamu wisatawan dan warga masyarakat dari dalam maupun luar kota.

Tetapi ada yang berbeda dengan kondisi sebelum adanya pandemi, tamu yang datang harus melewati standar protokol kesehatan, seperti pengecekan suhu tubuh, memakai masker dan menggunakan hand sanitizer yang telah disediakan. Selain itu, karyawan disana akan membantu mengarahkan tempat duduk bagi tamu.

“Ya, kita bersyukur dengan adanya kelonggaran pada masa PPKM ini. Dibukanya sejumlah tempat wisata di wilayah Bandung Raya ini juga turut berdampak pada kunjungan tamu kami. Dibandingkan dengan awal PPKM, kondisinya tentu jauh berbeda, saat ini sudah cukup membaik,” kata Eric Iriandy, staf manajemen Rumah Kentang, (17/9/2021).

Namun demikian, lanjut Eric, untuk menjaga keamanan dan kenyamanan bersama pada kondisi pandemi ini, pihaknya mengikuti arahan pemerintah terkait protokol kesehatan.

“Tamu yang datang harus melalui prosedur protokol kesehatan, seperti pengecekan suhu tubuh, menggunakan masker dan hand sanitizer atau mencuci tangan di tempat yang telah kami sediakan. Dan sejauh ini tamu juga memakluminya,” terangnya.

Ditambahkannya. “Kebetulan di tempat kami kursinya menggunakan sofa, sehingga secara tidak langsung ada jarak antar tamu, selain yang sudah diberi tanda,” tambah Eric. Rumah Kentang sendiri berkapasitas sebanyak 225 tempat duduk.

Eric menceritakan lebih lanjut bahwa pada masa PPKM Darurat sebelumnya, Rumah Kentang harus berjuang untuk tetap bisa bertahan. Termasuk diantaranya mempertahankan karyawan dengan sistem kerja bergilir.

“Harapan kami tentunya jangan ada aturan pengetatan lagi (PPKM Darurat), dan pandemi segera berakhir. Karena bagi kami berdarahnya itu sangat terasa. Apalagi waktu itu Bandung mulai lebih dulu, 17 Juni sudah mulai, sedangkan yang lain penerapannya baru 3 Juli. Ibaratnya kita start duluan untuk PPKM itu, satu setengah bulan sangat terasa. Lagian tempat kita tidak seperti lainnya yang bisa mengandalkan platform transportasi online untuk pemesanan dan pengantaran makanan, karena tamu yang berkunjung kesini itu prepare untuk nongkrong,” urai Eric.

Terpisah, Nelson (46), seorang pengunjung Rumah Kentang yang berasal dari Kota Manado yang sempat ditemui oleh pewarta mengatakan bahwa ia tidak mempermasalahkan protokol kesehatan yang diterapkan oleh manajemen Rumah Kentang.

“Tidak masalah ya, saya kira ini untuk kebaikan bersama. Umumnya juga di tempat yang lain menerapkan hal yang sama. Jadi, saya sudah terbiasa dan saya merasa lebih aman aja,” ucapnya sambil menyeruput sajian teh pesanannya.

Nelson sendiri datang ke Rumah Kentang atas rekomendasi dari temannya. “Saya direkomendasi oleh teman, disini makanan dan teh-nya enak. Ternyata iya,” katanya. Ia pun berjanji akan berkunjung lagi ke Rumah Kentang suatu saat nanti jika kembali lagi ke Bandung untuk tujuan bisnisnya.

[st]

Comments

comments