JAKARTA, sorotindonesia – Saham-saham perusahaan rokok di Bursa Efek Indonesia melanjutkan reli penguatannya pada perdagangan Selasa (23/9/2025). Fenomena yang oleh pelaku pasar dijuluki sebagai “Purbaya Effect” ini dipicu oleh sentimen positif pasar terhadap Menteri Keuangan baru, Purbaya Yudhi Sadewa, yang dinilai akan membawa kebijakan cukai yang lebih moderat.
Sejumlah emiten rokok raksasa membukukan kenaikan signifikan. Saham Gudang Garam (GGRM) dan Indonesia Tobacco (ITIC) bahkan sempat menyentuh batas auto rejection atas (ARA). Sementara itu, saham HM Sampoerna (HMSP) juga terbang tinggi hingga kapitalisasi pasarnya kembali menembus Rp 100 triliun untuk pertama kalinya dalam lebih dari setahun.
Kenaikan drastis ini merupakan reaksi pasar atas pernyataan Menkeu Purbaya yang mengisyaratkan akan mengkaji ulang kebijakan cukai hasil tembakau (CHT). Ia sempat terkejut dengan tingginya tarif cukai saat ini yang mencapai rata-rata 57% dan mempertanyakan efektivitasnya terhadap penerimaan negara.
Purbaya menegaskan, meskipun pengendalian konsumsi rokok untuk kesehatan itu penting, kebijakan tersebut tidak boleh sampai “membunuh” industri dan nasib para pekerjanya tanpa ada program mitigasi dari pemerintah. Ia menyebut kebijakan yang tidak memikirkan nasib tenaga kerja yang menganggur sebagai kebijakan yang “tidak bertanggung jawab”.
Sikap Purbaya yang mencari keseimbangan antara kesehatan, penerimaan negara, dan perlindungan tenaga kerja ini memberikan angin segar bagi investor di sektor tembakau. Selain itu, komitmennya untuk memberantas peredaran rokok ilegal juga turut memperkuat sentimen positif di pasar.


