Mahasiswa dan Pemuda Kalbar Gelar Diskusi Publik, Pertanyakan Urgensi Pembangunan PLTN

oleh -
Mahasiswa dan Pemuda Kalbar Gelar Diskusi Publik, Pertanyakan Urgensi Pembangunan PLTN
diskusi publik bertajuk “Rekonstruksi Gerakan Mahasiswa dan Pemuda: Transisi Energi dan Masa Depan Kalbar – PLTN untuk Siapa?”. (Foto: RRI)

PONTIANAK, sorotindonesia – Sejumlah organisasi mahasiswa dan pemuda di Kalimantan Barat (Kalbar), yang diprakarsai oleh XR Kapuas, menggelar diskusi publik untuk merespons kembali mencuatnya wacana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di provinsi tersebut. Acara yang digelar di Pontianak pada Minggu (21/9/2025) malam ini bertujuan untuk mengonsolidasikan gerakan kritis dari kaum muda.

Dalam diskusi bertajuk “PLTN untuk Siapa?”, para narasumber dan peserta mempertanyakan urgensi pembangunan PLTN di Kalbar. M. Hermayani Putera dari Majelis Lingkungan Hidup Muhammadiyah Kalbar menyoroti bahwa Kalbar memiliki potensi energi terbarukan yang sangat melimpah, seperti tenaga surya, air, dan biomassa dari limbah sawit, yang hingga kini belum dimanfaatkan secara maksimal.

“Mengapa justru opsi nuklir yang digenjot? Apakah karena kepentingan geopolitik, tekanan industri global, atau sekadar ambisi teknologi?” tanyanya retoris.

Forum tersebut juga menggarisbawahi tiga risiko utama dari rencana PLTN, yaitu keadilan sosial, di mana manfaatnya belum tentu dirasakan masyarakat lokal; keselamatan ekologis, mengingat risiko kecelakaan nuklir dapat mengancam keanekaragaman hayati Kalbar; serta pengabaian terhadap alternatif energi lokal yang lebih aman.

Para pembicara lain, seperti Sulthan Daulad Akbar dan Andi Fachrizal, mendorong mahasiswa dan pemuda untuk tidak bersikap apatis. Mereka menyerukan agar isu PLTN ini menjadi titik temu untuk memperkuat persatuan gerakan sosial-ekologis di Kalbar dan menolak kebijakan yang dinilai eksploitatif serta mengancam masa depan daerah tanpa partisipasi publik yang memadai.

Comments

comments