Puluhan Warga Karangpanimbal Kota Banjar Terserang Chikungunya

oleh -
Puluhan Warga Karangpanimbal Kota Banjar Terserang Chikungunya

KOTA BANJAR, (SI) — Ditengah upaya melawan dan memutus rantai penyebaran virus Corona (Covid-19), puluhan warga di lingkungan Parungsari RT 08 RW 03 Kelurahan Karangpanimbal, Kota Banjar, Jawa Barat, terserang penyakit Chikungunya yang diakibatkan gigitan nyamuk aedes aegypti atau aedes albopictus.

Menurut Legimin, ketua RT setempat, puluhan warga tersebut mengalami gejala seperti sakit kepala, nyeri sendi bahkan sebagian anggota badan sulit digerakkan sehingga mereka tak bisa beraktifitas karena badan terkulai lemas.

“Sudah hampir satu bulan ini, hampir rata-rata warga di lingkungan Parungsari terserang penyakit Chikungunya,” ujar Legimin.

Warga yang terserang itu mencapai puluhan orang dan tersebar di sejumlah RT di Parungsari. Kadang dalam satu rumah jumlahnya bisa sampai tiga orang.

“Kalau jumlahnya, saya tidak tau persis, usianya merata dari anak-anak sampai orang tua. Mereka kabanyakan berobat ke klinik, makanya Puskesmas baru tahu sekarang,” ungkap Legimin.

Rencananya, lanjut Legimin, besok pagi akan diadakan bersih-bersih massal bersama warga untuk pemberantasan sarang nyamuk atau PSN di lingkungan sekitar.

“Besok diadakan bersih-bersih lingkungan sebelum nanti diadakan fogging. Tadi sudah ada penyuluhan dan tinjauan dari Puskesmas,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Banjar, Nana Suryana, yang kebetulan meninjau ke lokasi, mengatakan bahwa ditengah upaya pencegahan pandemi covid-19 semua pihak tidak boleh lengah dengan datangnya penyakit lain seperti DBD dan Chikungunya.

Untuk mengantisipasi ini, semua harus menggalakan program bersih lingkungan dan pemberantasan sarang nyamuk atau PSN. Karena menurutnya upaya preventif lebih diutamakan disamping pengobatan.

“Kalau fogging hanya membunuh nyamuk yang besar-besar saja. Untuk itu, PSN dan menjaga kebersihan harus diutamakan,” katanya.

[Man]

Comments

comments