TANGERANG, sorotindonesia – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menerjunkan tim Satuan Tugas (Satgas) Langit Biru untuk memantau dan memeriksa cerobong emisi di berbagai kawasan industri. Langkah ini merupakan tindak lanjut dan dukungan penuh atas kunjungan kerja Menteri Lingkungan Hidup (LH) serta verifikasi lapangan yang tengah dilakukan oleh kementerian di Kota Tangerang.
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, pada Selasa (5/8/2025), menyatakan bahwa hasil pemantauan dari Satgas Langit Biru nantinya akan dilaporkan kepada Kementerian LH sebagai upaya bersama dalam mengatasi pencemaran udara. “Kami tidak ingin hanya bicara tentang lingkungan. Kami ingin menghadirkan langit biru yang benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Sachrudin.
Sehari sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, telah melakukan kunjungan kerja ke kawasan industri Jatake dan memulai proses verifikasi lapangan terhadap 20 industri penghasil emisi di Tangerang. “Kita ingin membangun industri yang maju, tetapi juga ramah lingkungan. Artinya, pertumbuhan ekonomi harus sejalan dengan kelestarian lingkungan,” ujar Menteri Hanif.
Langkah kolaboratif antara pemerintah pusat dan daerah ini mendapat sambutan baik dari pelaku industri. Presiden Direktur PT Gajah Tunggal, Sugeng Rahardjo, menyatakan dukungan penuh dan kesiapan perusahaan untuk bersinergi dalam menciptakan kawasan industri yang berkelanjutan.
Pemkot Tangerang sendiri telah memasang tiga alat pemantauan kualitas udara (AQMS) yang terkoneksi langsung ke sistem ISPU Net milik Kementerian LHK. Kecamatan Jatiuwung menjadi salah satu fokus pengawasan, tercatat memiliki 32 industri dengan total 185 cerobong emisi.

