BEKASI, sorotindonesia – Hujan lokal dengan intensitas lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah Pondok Gede, Kota Bekasi, pada Senin (4/8/2025) malam, menyebabkan banjir yang merendam sedikitnya lima perumahan. Ketinggian air dilaporkan bervariasi antara 30 sentimeter hingga mencapai satu meter di beberapa titik.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Priadi Santoso, menyebutkan lima perumahan yang terdampak banjir adalah Perumahan Jatibening Baru, Perumahan Jatibening Permai, Perumahan Bumi Nasio Indah, Kompleks TNI AL Jati Kramat, dan Perumahan Dosen IKIP. Lokasi perumahan ini diketahui berada di dataran yang lebih rendah sehingga rentan terhadap genangan air saat hujan deras.
“Tim BPBD dan beberapa OPD terkait sudah berada di lapangan untuk memfasilitasi membantu warga masyarakat yang memerlukan bantuan di wilayah terdampak,” ujar Priadi kepada wartawan.
Selain banjir, cuaca ekstrem di wilayah tersebut juga menyebabkan pohon tumbang dan kerusakan pada atap bangunan. Pemerintah Kota Bekasi sendiri telah menetapkan status siaga darurat bencana banjir, cuaca ekstrem, dan tanah longsor yang berlaku sejak 25 Juli hingga 31 Agustus 2025, sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana lanjutan.

