BANJAR, (SI) — Pemerintah Kota (Pemkot) Banjar bersama Polres Banjar dan Kodim 0613/Ciamis Focus Group Discussion (FGD) dengan tema dampak dan solusi kenaikan BBM dalam rangka Harkamtibmas, Selasa (6/9/2022) bertempat di Aula Somahna Bagja Dibuana Setda Kota Banjar Jawa Barat.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wali Kota Banjar Hj. Ade Uu Sukaesih, Wakil Wali Kota Banjar H. Nana Suryana, Ketua DPRD Kota Banjar H Dadang R Kalyubi, Kapolres Banjar AKBP Bayu Catur Prabowo, Pabung Kodim 0613/Ciamis, OPD, Para Asisten, Sales Branch Manager Pertamina Rayon IV Bandung, Ketua TP PKK Kota Banjar, Ketua DWP Serta Para Kepala Perangkat Daerah Kota Banjar dan diikuti oleh Perwakilan Organisasi Kepemudaan, Ketua Organda, Pengusaha SPBU, Perwakilan Pelaku Transfortasi online serta tokoh dan elemen masyarakat.
Menurut Wali Kota Banjar, kegiatan ini digelar dalam upaya membahas dampak dari kenaikan harga BBM bagi masyarakat. Kenaikan harga BBM memicu berbagai kenaikan harga di berbagai sektor. Hal ini sangat berdampak terhadap pengeluaran masyarakat.
“Resesi global mengakibakan tekanan ekonomi bagi dunia, termasuk Indonesia. Beban APBN semakin berat dengan beban subsidi energi mencapai Rp. 502.4T. Ini merupakan pilihan berat bagi pemerintah untuk mengambil kebijakan menaikan harga BBM dan melakukan konversi subsisdi menjadi peningkatan pelayanan publik, Bantuan sosial guna menghentikan pembengkakan subsidi BBM yang salah sasaran. ” Jelasnya.
Ia menekankan, kebijakan kenaikan harga BBM ini harus disikapi dengan baik. Menurutnya, saat ini bukan saatnya mencari siapa yang salah, namun saat yang tepat untuk duduk bersama mencari solusi guna membantu masyarakat diantaranya melalui kebijakan bantuan sosial.
“Mari kita duduk bersama untuk bersinergi mencari solusi menyikapi kebijakan kenaikan harga BBM.” pungkasnya.
Sementara itu, Kapolres Banjar dalam sambutannya mengatakan langkah-langkah antisipasi terkait penyesuaian harga BBM melaksanakan sosialisasi secara masif terkait kebijakan bantalan sosial sebagai mitigasi penyesuaian harga BBM, mengencangkan penyelenggaraan FGD, seminar, dan lain-lain dengan melibatkan seluruh unsur dan elemen masyarakat.
“Untuk memberikan edukasi kepada masyarakat oleh bhabinkamtibmas maupun petugas kepolisian yang berdinas terkait kebijakan bantalan sosial sebagai alternatif penyaluran subsidi BBM yang lebih tepat sasaran memberikan edukasi masyarakat dalam ruang digital oleh Humas jajaran sebagai kontra narasi yang bersifat provokatif dan Hoax yang bertujuan terciptanya Kamtibmas di Kota Banjar tetap aman dan kondusif”, ucapnya.
Kegiatan diisi dengan diskusi antara perserta dengan Pemerintah Kota Banjar, Forkopimda, serta perwakilan Pertamina. (*)






