Pacu UMKM, Pemprov Jateng Kembali Bangun Hetero Space Untuk Anak Muda

oleh -
Pacu UMKM, Pemprov Jateng Kembali Bangun Hetero Space Untuk Anak Muda
Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen.

SEMARANG – Memacu peningkatan UMKM, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali membangun Hetero Space bagi anak muda kreatif dan pelaku UMKM.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengatakan setelah sukses menjalankan Hetero Space di Semarang, kali ini Pemprov Jateng membangun kembali platform tersebut di Kota Surakarta. Hetero Space Solo akan diresmikan pada tanggal 19 Desember 2021 oleh Gubernur Jateng dan Walikota Surakarta.

“Alasan dipilihnya Kota Surakarta, karena besarnya dukungan dari Walikota Surakarta yang memberikan angin segar bagi tumbuhnya berbagai usaha kreatif. Terutama pada sektor usaha fashion, kriya dan kuliner serta bagi berkembangnya inovasi produk barang/jasa,” kata Taj Yasin, sebagai narasumber dialog virtual Program Dinamika bertajuk ‘Memberdayakan Para Generasi Muda Dalam Memberikan Warna Baru Bagi Ekonomi Kreatif Seperti UMKM dan Start up, Jumat (17/12/2021).

Taj Yasin menambahkan, anak muda Jawa Tengah hari ini memiliki banyak potensi. Dia mencontohkan, sebuah startup besutan anak muda di Surakarta bernama Beehive Drones yang mampu membantu para petani meningkatkan efisiensi kerja pertanian.

Kata dia, Beehive Drones dapat membantu menyemprotkan pupuk hingga pestisida. Selain itu juga dikembangkan untuk memetakan data pertanian yang dapat membantu pemerintah dalam melakukan analisa.

“Hal tersebut selaras upaya pengembangan teknologi pertanian untuk diterapkan di Jateng. Kita membutuhkan lebih banyak innovator seperti mereka di Jawa Tengah,” tandasnya.

Orang nomor dua di Jateng itu menjelaskan Hetero Space yang dibangun di Surakarta akan lebih mendorong usaha kreatif pada bidang boga/ kuliner dan wood (kayu). Dia menegaskan, melalui fasilitas yang disediakan untuk ruang berkarya para pelaku usaha dapat menumbuhkan program yang berkesinambungan bagi stakeholder.

“Salah satu upaya tersebut (program di hetero) juga berkolaborasi dengan berbagai pihak seperti komunitas, media, pemerintah, pendidikan dan sektor swasta. Objektifnya sama dengan Semarang, karena diperlukan ekosistem yang satu. Yang membedakan adalah fokus area industri kreatif yang didalamnya,” terang dia.

Lebih jauh, Taj Yasin menerangkan Hetero Space dibangun atas diskusi intensif berbagai pihak. Dalam hal ini, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, berupaya memberikan ruang sebagai wahana titik temu antara industri, korporasi, komunitas, pemerintah dan para entrepreneurs.

Kata dia sepanjang tahun 2021, sebanyak 333 kegiatan kolaborasi lintas sektor telah digelar oleh Hetero Space. Di tahun yang sama, lanjutnya, cakupan dari Hetero for Startup (HFS) diperluas hingga di seluruh Indonesia. Persebaran pendaftar di season 2 ada 1.631 tim bisnis, berasal dari 29 provinsi, dari Aceh hingga Papua.

“Sudah saatnya semua stakeholder untuk tidak bekerja sendiri-sendiri, termasuk pemerintah. Keterbukaan untuk berkolaborasi menjadi kunci untuk mencapai tujuan UMKM yang tangguh dan tumbuh. Kolaborasi adalah masa depan. Bangkit gayeng dari pandemi,” tutupnya.

Comments

comments