MU dan FC Barcelona Sampaikan Duka Mendalam Atas Tragedi Kanjuruhan Malang

oleh -
MU dan Barcelona Sampaikan Duka Mendalam Atas Tragedi Kanjuruhan Malang
Suasana kericuhan yang terjadi di tribun Stadion Kanjuruhan Malang usai laga Arema FC vs Persebaya. [Foto: ss/VIVACOID)

JAKARTA – Peristiwa kericuhan di Stadion Kanjuruhan Malang usai laga Arema FC vs Persebaya pada hari, Sabtu (1/10/2022), yang hingga pagi tadi tercatat telah menelan korban jiwa sedikitnya 125 orang, mendapat sorotan media asing dunia serta perhatian sejumlah klub ternama.

Banyaknya korban jiwa yang berjatuhan ini, disebutkan menjadi salasatu tragedi terbesar dalam dunia sepakbola.

Terhadap kejadian ini, FC Barcelona menyampaikan dukacita yang diunggah melalui akun twitter-nya yang menuliskan “FC Barcelona is pained by the tragic events at Kanjuruhan Stadium in Indonesia and rejects all acts of violence both on and off the field. Our hearfelt condolences go out to thr families and friends of the victims (FC Barcelona berduka atas peristiwa tragis di Stadion Kanjuruhan di Indonesia dan menolak segala tindakan kekerasan baik di dalam maupun di luar lapangan. Belasungkawa tulus kami sampaikan kepada keluarga dan teman-teman para korban),” tulisnya.

Baca Juga:  Polri Tahan Enam Tersangka Tragedi Kanjuruhan 

Senada dengan itu, salasatu klub Inggris, Manchester United (MU), juga ikut menggungah rasa dukacitanya, “Manchester United is deeply saddened by the tragedy in Malang Indonesia. We send our sincere condolences to the victims, their families, and everyone affected (Manchester United sangat berduka atas tragedi di Malang Indonesia. Kami menyampaikan belasungkawa tulus kami kepada para korban, keluarga mereka, dan semua orang yang terkena dampak.” 

Kericuhan bermula ketika pada derby Jawa Timur tersebut, tim tamu Persebaya berhasil mengalahkan tim tuan rumah Arema FC dengan skor 3-2, kekalahan pertama tim tuan rumah di sepanjang 23 tahun terakhir. Usai pertandingan, menurut berbagai sumber, suporter Arema yang tidak puas atas hasil itu berupaya merangsek ke dalam lapangan untuk mengejar para pemain hingga diduga melakukan pengrusakan.

Baca Juga:  Polisi Periksa 29 Orang dan 6 CCTV Terkait Tragedi Kanjuruhan

Melihat suasana yang mulai tidak kondusif dan terkendali, untuk mencegah suporter mendekati pemain sekaligus membubarkan massa, aparat kemudian melepaskan sejumlah tembakan gas air mata ke tengah lapangan dan juga ada yang diarahkan ke tribun penonton. Akibatnya, penonton yang panik berdesak-desakan ke arah pintu keluar yang terbatas, sehingga korban banyak yang berjatuhan.

Comments

comments