Malam Tahun Baru, FKDMI Gelar Parade Dai Muda Dan Sholawat Kolosal

oleh -

JAKARTA,- Tinggal menghitung hari, tahun 2018 akan berakhir. Bersiap memasuki kalender tahun yang baru, 2019. Kedatangannya menimbulkan rasa cemas, sekaligus harapan.

Beberapa lembaga survei menyampaikan rilis yang mencemaskan. Hal ini bisa dilihat dari Lembaga Survei Indonesia yang memperlihatkan kepada kita peningkatan wajah intoleransi di penghujung 2018.

“Tentunya ini bisa menjadi alarm bagi kita semua. Sebagai upaya untuk melakukan perbaikan-perbaikan di dalamnya, transformasi nilai-nilai keislaman yang rahmah dan toleran penting untuk dilakukan segera,” kata Ketua PP FKDMI, Moh Nur Huda pada siaran pers-nya, (29/12/2018).

Dalam rangka itulah, sambungnya, di penghujung tahun 2018 Pengurus Pusat Forum Komunikasi Dai Muda Indonesia (PP FKDMI) ingin mengambil peran penting dengan memperkuat nilai-nilai keislaman yang ramah bagi umat manusia.

“Salah satunya dengan gelaran kegiatan Parade Dai Muda dan Sholawat Kolosal. Kegiatan yang akan digelar pada hari, Senin 31 Desember 2018, mulai pukul 20.00 hingga pergantian tahun,” ujarnya.

“Ini merupakan bentuk kerja sama antara FKDMI dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga RI yang akan dilaksanakan di Masjid Raya KH. Hasyim Asy’ari, Jakarta Barat,” terang pria yang akrab disapa Huda ini.

Direncanakan, kegiatan ini akan dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Gubernur DKI Jakarta dan Para Dai Muda. “Ini adalah bagian komitmen kebangsaan para dai untuk meneguhkan tali kebangsaan, transformasi toleransi dan nilai-nilai kebudayaan,” tuturnya.

Ketua Umum FKDMI ini menilai, kegiatan tersebut sebagai upaya pelestarian nilai-nilai kebudayaan dan keislaman untuk menopang toleransi.
“Untuk itu, pada kegiatan Parade Dai Muda dan Sholawat Kolosal, diantaranya juga akan dimeriahkan oleh Veve Zulfikar, Ghania Paramuda (Republik Santri Manajamen) dan puluhan Grup Hadroh dan Marawis se-Jabodetabek,” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskan oleh Huda, dalam kegiatan itu juga akan dilakukan doa bersama untuk keselamatan bangsa Indonesia, dan khusus bagi saudara-saudara kita yang tertimpa musibah tsunami baik di Banten dan Lampung.

“Setelah persembahan hadroh kolosal, kita akan menggelar istighosah dan doa bersama untuk keselamatan Indonesia dari berbagai musibah yang mendera, khususnya untuk saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Selat Sunda,” tambahnya.

Upaya-upaya taktis inilah kemudian, Ketua Umum FKDMI melihat peluang keberagaman akan bisa terjadi karena kesadaran toleransi, nilai-nilai budaya, serta nilai-nilai religiusitas yang mesti dikuatkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Saya berharap, ini akan menjadi pelatuk terwujudnya toleransi di tengah masyarakat Indonesia yang beragam,” pungkas Moh Nur Huda.[Rl]

Malam Tahun Baru, FKDMI Gelar Parade Dai Muda Dan Sholawat Kolosal

Comments

comments