Terpisah, Kepala Disbudpar Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa menyambut baik kegiatan Table Top dan Sales Mission yang diinisiasi oleh Disbudpar Kota Semarang karena tujuan utamanya menjadi tempat tujuan kunjungan.
“Kalau disederhanakan itu tugas utamanya menarik wisatawan ke kota masing-masing. Maka kami sangat support kepada sahabat saya, Pak Wing yang mengadakan tabel top/sales mission di kota Bandung,” ujarnya.
“Ini setulus hati kita doakan misi perdagangannya bisa sukses,” doanya.
Terkait wisata edukasi konservasi Lembang Park and Zoo yang gempar karena macan tutul lepas dari kandang dan Bandung Zoo yang saat ini bermasalah dengan hukum, ia berharap kasus itu segera selesai.
“Jadi secara umum, kita selalu mengharapkan destinasi-destinasi wisata di Bandung memberikan pelayanan yang lebih baik termasuk Bandung Zoo,” jawabnya.
Pihaknya berharap agar Bandung Zoo kembali beroperasi secara profesional. Namun sebagaimana diketahui bahwa saat ini kebun binatang tersebut tengah dalam konflik dualisme kepengurusan Yayasan Margasatwa Tamansari, dan kewenangan tentang konservasi saat ini ada di tangan kementerian kehutanan.
‘Tapi ada faktor-faktor lain yang itu Pemerintah Kota Bandung tidak bisa melakukan intervensi, Pak Wali (Wali Kota Bandung) beliau menghargai proses hukum,” tutupnya. (*)





