sorotindonesia.com, MURUNG RAYA – Hasil Audit Kasus Tengkes semester II tahun 2023 menunjukan bahwa ada beberapa faktor penyebab munculnya kasus tengkes yang terjadi pada anak balita dan keluarganya di wilayah Kabupaten Murung Raya (Mura).
Hal ini terungkap dalam kegiatan audit kasus tengkes semester II yang digelar belum lama ini oleh pihak Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A- Dalduk KB).
Sekretaris DP3A – Dalduk KB Daniel Patandianan saat dikonformasi awak media mengatakan, kegiatan audit yang telah dilakukan tersebut merupakan upaya mengidentifikasi resiko dan penyebab utama tengkes yang terjadi di masyarakat.
“Setelah kita lakukan rekapitulasi, tentunya kita telah mendapatlan kesimpulan dan langkah-langkah pencegahan di masyarakat,” kata Daniel, Selasa (12/12/2023).
“Berdasarkan data di lapangan kekurangan nutrisi pada anak marak terjadi karena faktor keterbatasan ekonomi keluarga, kurangnya pengetahuan orang tua dalam pola asuh, dan pemberian nutrisi yang kurang tepat kepada anak,” ungkapnya lagi.
Sementara saat ini upaya perbaikan dan intervensi yang masif menurutnya tengah dilakukan pemerintah daerah, melalui beberapa kegiatan yang akan terus dilakukan, mengingat saat ini untuk persentase pemberian ASI Ekslusif di Mura masih diangka 50 persen.
“Para kader posyandu dan tenaga kesehatan di masing-masing desa telah kita bekali dengan langkah sosialisasi pemberian ASI Eksklusif oleh ibu kepada anak balitanya, tambah Daniel.
Pihaknya berharap pada Audit kasus tengkes yang akan datang masyarakat dapat lebih mengetahui dan memahami hal tersebut sehingga dampak intervensi tersebut dapat lebih maksimal. (adr)






