BANDUNG – Merayakan HUT yang ke-5, komunitas Distorsi Musik Indonesia menggelar kegiatan gathering dan event bertajuk Musik Menyatukan Kita yang dilaksanakan di kawasan Dago, Kota Bandung, Minggu (22/1/2023).
Event ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan tiap tahun, sekaligus sebagai sarana silaturahmi bagi komunitas Distorsi Musik Indonesia yang saat ini sudah tergabung lebih dari 20.000 anggota.
Distorsi Musik Indonesia sendiri merupakan komunitas yang beranggotakan penulis lagu dan musisi serta penggemar musik dari seluruh Indonesia yang terbentuk dari akun media sosial Facebook.
“Komunitas Distorsi Musik Indonesia terbentuk sejak lima tahun lalu yang tujuan utamanya adalah mewadahi kreativitas khususnya di bidang musik,” kata Dhanis Martin, penyanyi dan arranger asal Cilegon yang juga salaseorang founder komunitas Distorsi Musik Indonesia,
Menariknya, selain bermusik, komunitas ini juga bergerak di bidang sosial. Termasuk diantaranya penggalangan dana bagi korban gempa bumi Cianjur bekerjasama dengan Komunitas Pewarta Hiburan Indonesia (KOPHI).
“Alhamdulillah, saya sebagai orang Bandung merasa bangga menjadi tuan rumah kegiatan HUT Distorsi Musik Indonesia ke-5 ini yang dihadiri oleh anggota yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia,” kata Rosadi Azis, salasatu anggota Distorsi Musik Indonesia yang turut berpartisipasi dalam gelaran tersebut.

Tidak hanya dihadiri oleh anggota, kegiatan Musik Menyatukan Kita ini juga diramaikan oleh para pelajar SMA kota Bandung.
Dalam event tersebut, ditampilkan lagu-lagu karya para musisi Distorsi Musik Indonesia. Selain itu, ada talk show yang menghadirkan Ery Blind seorang musisi tuna netra dari Bandung, Dhanis Martin, serta Indrawuri Asmoko co-founder Agregator Musik Distrowave.
Selain music performance dan talkshow, dalam event ini juga dilakukan rilis Album Kompilasi Distorsi (AKD) yang berisi kumpulan lagu-lagu terpilih sebagai pemenang dari ajang lomba yang diselenggarakan sejak tahun lalu oleh komunitas.
Album AKD ini berisi 12 lagu karya para musisi Distorsi Musik Indonesia, yaitu : Bertahan Karena Keadaan karya Topan IJ, Cuma Main-Main Saja karya Moms Qolby, Ibu karya Djoeve, Kulihat Wajahmu Dalam Secangkir Kopi karya Koko Halmahera, Pemilik Senyuman Terindah karya Endraguo, Pesona Berbahaya karya NB Pamungkas, Sahabat Sejati Selalu Ada karya El Patra Helmy, Simpan Rindu karya Harry Roy Boris, Tak Sengaja karya Tresno, Terbang Tinggi karya Eriza TW, Tetapkan Kejujuran karya Farid, dan What For karya Rival Kalisusu.
Album AKD ini diproduser oleh Koko Halmahera dan dirilis ke berbagai platform musik digital oleh Distrowave dibawah label PT.Gema Nada Swara.**


